29 June 2020, 21:31 WIB

PSSI Akan Tanggung Biaya Tes Covid-19 Klub


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

KETUA Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya akan menanggung biaya tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk semua klub saat Liga 1, 2, dan 3 kembali bergulir pada Oktober.

PSSI telah mengeluarkan keputusan kembali menggulirkan kompetisi pada Oktober dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya, melalukan tes PCR dan rapid test secara berkala bagi setiap klub.

Tes PCR diperlukan untuk mengetahui secara akurat pemain, pelatih, dan ofisial klub negatif dari virus korona atau covid-19.

 

Baca juga: Persib Rencanakan Kembali Berlatih Pekan Depan

Iwan, sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan klub yang mengeluh biaya yang harus dilakukan jika harus melalui tes PCR. Ditambah klub yang mengalami kesulitan finansial imbas covid-19, Iwan mengatakan pihaknya berencana akan menanggung biaya tes tersebut.

"Kita sudah komunikasi dengan beberapa klub, memang ada yang keberatan, ada yang tidak. Tentunya nanti dengan PT LIB akan diskusikan. Seyogyanya memang nanti federasi menanggung itu, seyogyanya demikian," kata Iwan, ketika konferensi pers, Minggu (28/6).

Sementara itu, Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengaku masih menghitung kisaran pengeluaran bagi setiap klub dapat melaksanakan tes PCR dan rapid test secara berkala.

"Sedang dihitung dan kami masih berdiskusi dengan PSSI dan klub," ungkap Hadian.

Di lain sisi, bek Bhayangkara FC Achmad Jufriyanto mengatakan protokol kesehatan jadi hal wajib saat Liga 1 dilanjutkan pada Oktober. Ia meminta PSSI dan LIB selaku operator kompetisi menerapkan aturan ketat agar menekan penyebaran covid-19 dan menjamin keselamatan para pemain.

“Harus benar-benar diperhatikan protokol kesehatan untuk mereka yang terlibat, seperti semua elemen tim, perangkat pertandingan, karena pandemi belum sepenuhnya selesai. Kekhawatiran pasti ada. Yang pasti, dilanjutkannya liga bisa memberikan harapan kembali bagi semuanya, utamanya para pemain," ujarnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT