29 June 2020, 20:33 WIB

Satgas Tinombala Kembali Diperpanjang


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

KEPOLISIAN Republik Indonesia memperpanjang masa tugas Satuan Tugas Tinombala 2020. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setyono menyebut hal itu dilakukan karena masih ada 14 DPO yang belum tertangkap setelah pihaknya melakukan analisis dan evaluasi kewilayahan.

"Beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakan anev operasi kewilayahan 'Tinombala 2020 Tahap ll'. Dari hasil anev tersebut didapatkan data bahwa masih terdapat target operasi DPO sebanyak 14 orang yang belum tertangkap," kata Awi di Gedung Baresrkim, Senin (29/6).

Awi menyebut Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan Surat Telegram bernomor STR/360/VI/OPS.1.3./2020 tanggal 26 Juni 2020 tentang melanjutkan operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi Operasi 'Tinombala-2020 Tahap lll'. Telegram tersebut diterbitkan guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakan yang aman dan kondusif di Sulawesi Tengah.

"Operasi ini dilaksanakan selama 94 hari terhitung mulai tanggal 29 Juni sampai dengan 30 September 2020 dengan mengedepankan kegiatan penegakan hukum yang didukung oleh fungsi Intelijen, fungsi Binmas, dan fungsi kepolisian lainnya," tandas Awi.

Sebenarnya Polri telah memperpanjang masa tugas Operasi Tinombala selama dua kali. Operasi tersebut pertama kali dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari-31 Maret 2020. Sedangkan tahap kedua, dilaksanakan mulai 31 Maret-28 Juni 2020. Terakhir, operasi itu akan diperpanjang hingga 30 September 2020.

Operasi Tinombala dilaksanakan TNI-Polri sejak awal tahun 2016 di wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Operasi ini merupakan kelanjutan dari Operasi Camar Maleo IV, dengan tujuan untuk menangkap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.

Pada Juli 2016, Santoso alias Abu Wardah akhirnya tewas ditembak oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala, setelah baku tembak di wilayah desa Tambarana, Poso Pesisir Utara. (OL-4)

BERITA TERKAIT