29 June 2020, 20:04 WIB

Jaga Identitas Bangsa Di Perekonomian Nasional


RO/Micom | Ekonomi

ANGGOTA Komisi XI Vera Febyanth mengkritik langkah OJK terkait perubahan kepemilikan saham pengendali Bank Bukopin. Pasalnya, OJK terkesan memfasilitasi pihak asing untuk menguasai bank tersebut.

"Pemegang saham asing itu kabarnya sudah melewati batas waktu dan sudah di-black list, tetapi ini kenapa kok bisa diperjuangkan kembali," ujar Vera Febyanth saat rapat kerja bersama Kemenkeu, OJK, Bank Indonesia, dan LPS, Senin (29/6).

OJK seperti diketahui telah mendukung bank asal Korea Selatan, Kookmin Bank, menguasai saham pengendali PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).

Vera melihat OJK dalam hal ini seakan tidak penduli dengan kepentingan dan identitas nasional.

Terlebih menurutnya, beredar kabar bahwa OJK justru mempersulit salah satu pihak lokal pemegang saham Bukopin.

"Kami mendapatkan share-share bahwa salah satu pemegang saham itu dipaksa untuk menambali likuiditasnya yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka, apakah itu betul?" ujar Vera.

Diingatkan Vera, dalam kondisi perekonomian seperti saat ini, identitas nasional perlu dijaga. Jika tidak, maka pihak asing bakal makin leluasa menguasai ekonomi Indonesia.

"Jadi jangan sampai Indonesia dalam keadaan sakit seperti ini, ramai-ramai nih orang datang ke sini habis kita," tegas Bera.

"Tolong national identity, kita mengedepankan terhadap pride kita sebagai bangsa Indonesia, jangan sampai semua bank-bank swasta semua dimiliki asing," imbuhnya.

Hingga RDP berakhir, berbagai keresahan yang disampaikan Vera tidak langsung ditanggapi pihak OJK. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan akan memberi tanggapan secara tertulis kepada Komisi XI. (J-1)

BERITA TERKAIT