29 June 2020, 19:00 WIB

Ekspor Sumut, Pengiriman Kentang malah Melejit di Masa Pandemi


Yoseph Pencawan | Politik dan Hukum

Komoditas kentang dari Sumatra Utara membukukan peningkatan volume ekspor yang cukup signifikan sepanjang semester pertama tahun ini. Di tengah pandemi, ekspor kentang Sumut malah naik hampir 10 kali lipat.

Hasrul, Kepala Balai Karantina Pertanian Belawan, mengutarakan sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung sampai saat ini, ekspor kentang dari Sumut sudah mencapai 412,2 ton.

"Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mencatat adanya kenaikan yang signifikan terhadap ekspor kentang sepanjang masa pandemi, Januari hingga Juni 2020," paparnya, Senin (29/6).

Tercatat selama periode semester 1/2020 ekspor kentang yang dilalulintaskan dari Pelabuhan Belawan mencapai 412,2 ton dengan nilai Rp1,850 miliar. Sementara pada periode sama di tahun 2019 hanya sebanyak 45,5 ton senilai Rp448 juta saja.

Baca Juga: Bea Cukai Pantoloan Launching Ekspor Perdana Perikanan Sulteng

Terdapat dua negara yang menjadi tujuan ekspor, yakni Singapura dan Malaysia. Kentang Sumut dikirim ke Singapura sebanyak tujuh kali dengan volume 66, 7 ton senilai Rp725 juta.

Lalu pengiriman ke Malaysia dilakukan sebanyak 46 kali dengan volume 345,5 ton senilai Rp1,1 miliar. Sedangkan pada 2019 total pengiriman kentang Sumut ke kedua negara tetangga itu hanya sebanyak 45,5 ton.

"Jadi peningkatannya hampir sepuluh kali lipat," ujar Hasrul.

Lebih lanjut dia menjelaskan, terdapat bebetapa varietas kentang yang menjadi komoditas ekspor Sumut. Salah satunya adalah varietas Atlantik Lokal Median. Kentang jenis ini banyak digunakan untuk cemilan dan lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Baca Juga: Bea Cukai Yogyakarta Fasilitasi Ekspor PT MAK ke Jepang

Kemudian varietas Granola L yang memiliki bentuk oval dan berwarna kekuningan hingga putih dan juga memiliki daging warna kuning. Kentang varietas ini pun tahan terhadap penyakit.

Lalu kentang varietas Cipanas yang merupakan kentang sayur unggul. Ciri dari varietas ini memiliki kulit yang berwarna putih dan permukaan rata. Warna daging umbinya berwarna kuning.

Salah satu keunggulan varietas cipanas ini yaitu tahan terhadap penyakit busuk daun Pytophthora infestans. Namun varietas cipanas mudah terserang Nematoda Melodogyne sp dan bakteri Pseudomoans solanacearum.

"Ini adalah varietas unggulan yang ditanam petani di Sumut. Selain produktivitas yang dikawal oleh Direkrotat Jendral teknis dan dinas pertanian terkait, fasilitasi perdagangannya juga kami kawal agar dapat memenuhi persyaratan teknis di negara tujuan," pungkas Hasrul.(YP/OL-10)

BERITA TERKAIT