29 June 2020, 18:33 WIB

Minim Data Ekonomi, IHSG Ditutup Melemah


Hilda Julaika | Ekonomi

PADA perdagangan Senin (29/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,05% atau 2,2 poin pada level 4901.

Penurunan IHSG dengan frekuensi transaksi 515,2 dan volume transaksi 6,8 triliun. Adapun total saham yang diperdagangkan sebesar 5.691 triliun. Terlihat 155 saham naik, 252 saham menurun dan 151 saham stagnan.

Baca juga: Pembukaan IHSG Menguat 0,04 Persen

Hal serupa menimpa kumpulan 45 saham unggulan (LQ45), yang ikut bertengger di zona merah. Dengan pelemahan sebesar 0,09% atau menuju 759 poin.

Analis Binaartha Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai sentimen negatif IHSG disebabkan minimnya data makroekonomi domestik. Berikut dari ekonomi negara maju, yang memberikan high positive impact terhadap market.

Selain itu, potensi gelombang kedua covid-19 juga berdampak negatif terhadap pasar. Investor alami kekhawatiran, yang mendorong penarikan saham di bursa.

Baca jugaSoal Penempatan Dana di Bank Himbara, Menkeu: Ada Dua Larangan

"Potensi terjadinya pelambatan pertumbuhan ekonomi global sangat terbuka lebar. Bahkan, ada kekhawatiran mengarah pada resesi," ujar Nafan saat dihubungi, Senin (29/6).

Kendati demikian, sektor keuangan terlihat menguat. Menurutnya, hal tersebut bisa mencegah pelemahan lanjutan IHSG. "Kenaikan sektor finance ini bisa terjadi berkat stimulus moneter. Bisa juga (karena) restrukturisasi kredit. Lalu, bisa juga terjadi kenaikan transaksi. Mengingat kita memasuki era new normal," jelasnya.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT