29 June 2020, 17:56 WIB

Menkeu: Penyerapan Anggaran Kesehatan Baru 4,68%


Despian Nurhidayat | Humaniora

MENTERI Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan penyerapan anggaran sektor kesehatan untuk pemulihan dampak pandemi covid-19 baru sekitar 4,68%. Padahal, anggaran yang disediakan mencapai Rp 87,55 triliun.

“Hari ini kami bisa memberikan update mengenai proses pemulihan ekonomi nasional untuk kesehatan telah mencapai 4,68%,” papar Ani, sapaan akrabnya, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (29/6).

Realisasi itu meningkat dibandingkan data yang disampaikan Ani dalam konferensi pers pada Selasa (16/6) lalu. Saat itu, penyerapan anggaran kesehatan hanya 1,54%. Terjadi jurang antara realisasi keuangan dan fisik, sehingga perlu percepatan proses administrasi penagihan.

Baca juga: Soroti Pencairan Anggaran Kesehatan, Jokowi: Jangan Bertele-tele

Lebih lanjut, Ani mengatakan penyerapan anggaran perlindungan sosial sudah mencapai 34,06%, sektoral dan pemerintah daerah sekitar 4%, UMKM sekitar 22,74%, berikut insentif dunia usaha berkisar 10,14%.

”UMKM 22,74%, tapi ini karena ada penempatan dana ke Himbara, seperti yang sudah disampaikan. Kemudian untuk pembiayaan korporasi belum ada yang terealisasi,” ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Dalam rapat terbatas, Senin (29/6), Presiden RI Joko Widodo meminta pencairan biaya layanan kesehatan dipercepat. Bahkan, bisa dengan memotong prosedur di Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Tahun Depan, Pemerintah Kurangi Anggaran Subsidi Listrik

"Saya minta pembayaran untuk pelayanan kesehatan terkait covid-19 ini dipercepat pencairannya. Jangan sampai ada keluhan,” pungkas Kepala Negara.

Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk penanganan covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun. Terdiri dari anggaran kesehatan Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif usaha Rp 120,61 triliun, UMKM Rp 123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp 53,57 triliun, serta sektoral dan pemda Rp 106,11 triliun.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT