29 June 2020, 17:05 WIB

Jaksa Minta Djoko Tjandra Dihadirkan dalam Sidang PK


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

KEJAKSAAN Agung RI mengungkapkan, pihaknya telah meminta kepada Majelis Hakim yang memimpin sidang Peninjauan Kembali (PK) Buron kasus korupsi cessie Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra. Untuk menghadirkan Djoko Tjandra dalam persidangan tersebut.

"Tadi saya meminta dengan tegas kepada Majelis Hakim untuk terpidana harus hadir di persidangan, tanpa melakukan persidangan melalui video conference," ucap Jaksa Budi Triono, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, (29/6).

Ia menyebutkan, alasanya meminta Majelis Hakim menghadirkan langsung Djoko Tjandra dalam persidangan telah diatur tegas dalam undang-undang.

"Kewajiban terdakwa untuk hadir telah diatur dalam undang-undang hukum acara pidana pasal 263 dan Pasal 265 juga atas SEMA yang menyebutkan pemohon PK harus dihadirkan di persidangan. Jadi kami minta agar kuasa hukum pemohon dapat menghadirkan pemohon PK," tuturnya.

Seperti diketahui dalam undang-undang hukum acara pidana pasal 265 ayat 2 disebutkan, dalam pemeriksaan sebagaimana tersebut pada ayat (1), pemohon dan jaksa ikut hadir dan dapat menyampaikan pendapatnya.

Sementara pada pasal 265 ayat 3 juga disebutkan Atas pemeriksaan tersebut dibuat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh hakim, jaksa, pemohon dan panitera dan berdasarkan berita acara itu dibuat berita acara pendapat yang ditandatangani oleh hakim dan panitera.

Dapat diketahui, Pada Oktober 2008, PN Jaksel memvonis bebas Djoko Tjandra dari tuntutan dalam perkara korupsi cessie Bank Bali. Namun Kejagung melakukan upaya peninjauan kembali ke MA.

MA memutuskan mengganjar Djoko dengan kurungan dua tahun penjara serta membayar denda Rp15 juta. MA juga memerintahkan uang sebesar Rp546 miliar di Bank Bali harus diserahkan ke negara.

Sehari sebelum putusan, Djoko melarikan diri ke Papua Nugni pada 2009. Polri juga ikut memburu dengan menyebarkan red notice ke berbagai negara untuk dapat menjebloskan Djoko ke penjara menjalani masa tahanan selama dua tahun.

Setelah lama menghilang, saat ini beredar informasi kedatangan buronan Djoko Tjandra ke Indonesia dari Papua Nugini. Ia diterbangkan menggunakan pesawat sewaan menuju Indonesia pada Sabtu (27/6). Namun belum diketahui hingga saat ini dimana keberadaan Buron kasus korupsi cessie Bank Bali tersebut. (OL-4)

BERITA TERKAIT