29 June 2020, 14:48 WIB

Pemerintah Bakal Perpanjang Penempatan Dana di Bank Himbara


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PEMERINTAH membuka opsi agar penempatan dana di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bisa diperpanjang. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi covid-19.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pada tahap awal pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 30 triliun. Dana ini disimpan ke Himbara sebagai bank milik pemerintah.

Baca juga: Soal Penempatan Dana di Bank Himbara, Menkeu: Ada Dua Larangan

"Jangka waktu penempatan tiga bulan dan akan diperpanjang. Presiden minta diperpanjang," tutur Ani, sapaan akrabnya, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (29/6).

Dia menyebut pemerintah akan melakukan evaluasi secara berkala. Setiap bulan, pemerintah akan meminta Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN untuk melaporkan perkembangan penggunaan dana tersebut.

"Kita terus monitoring per bulan ke masing-masing bank. Bagaimana penggunaaan dana tersebut. Sehingga, mekanismenya adalah revolving. Dengan penempatan dana tiga bulan di-revolve, untuk nanti enam bulan dan seterusnya," imbuhnya.

Baca juga: BI: Ekonomi Mulai Membaik Pada Semester II 2020

Adapun tingkat bunga yang diperoleh pemerintah sama dengan penempatan dana di Bank Indonesia, yakni 3,42%. Dengan begitu, pemerintah tidak akan mengalami kerugian ketika diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kenapa kami gunakan ini? Supaya ketika diperiksa BPK, kami miliki tingkat rate of return yang sama dengan kita peroleh, saat menempatkan dana tersebut di Bank Indonesia. Sehingga tidak dianggap merugikan negara," pungkas Ani.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT