29 June 2020, 12:51 WIB

Pengamat: Reshuffle Bisa Sebelum Pidato Tahunan 16 Agustus


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

PENGAMAT Politik Yunarto Wijaya memperkirakan ancaman reshuffle kabinet yang disampaikan Presiden Jokowi sangat mungkin direalisasikan. Bahkan, langkah reshuffle bisa dilakukan dalam waktu dekat sebelum pidato tahunan Presiden di hadapan anggota MPR RI pada 16 Agustus 2020.

"Jarang-jarang loh Jokowi kasih kodenya se-eksplisit dan sekeras ini. Bisa-bisa sebelum pidato 16 Agustus ini kejadian," ujar Yunarto melalui akun twitternya @yunartowijaya.

Dia juga mengungkapkan, keluarnya video presiden Jokowi marah-marah pada para pembantunya memberi pesan tertentu.

"Yang paling menarik dari video marahnya jokowi dan mengeluarkan kalimat "reshuffle" adalah ketika setkab memutuskan untuk mengeluarkan video itu ke publik. Marah yang disimpan internal dengan yang dibuka ke publik ya jelas beda maknanya," lanjut Direktur Charta Politica tersebut.

Baca juga: Tak Kaget, PPP Sebut Reshuffle bukan Lagi Hal Luar Biasa

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung perombakan kabinet di depan para Menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni.

Dalam pemaparannya, Jokowi menyampaikan rasa kecewanya terhadap kinerja para Menteri yang dinilai tidak memiliki progres kemajuan signifikan.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat Perpu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Jokowi dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal Youtube sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

"Saya harus ngomong apa adanya, tidak ada progres yang signifikan, tidak ada," imbuhnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT