29 June 2020, 11:28 WIB

Soroti Pencairan Anggaran Kesehatan, Jokowi: Jangan Bertele-tele


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo kembali menyoroti soal pencairan anggaran kesehatan untuk penanganan covid-19. Ia meminta agar dana insentif yang sudah disiapkan segera disalurkan.

"Saya minta agar pembayaran reimbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan covid-19 ini dipercepat pencairannya. Jangan sampai ada keluhan ketika ada yang meninggal. Bantuan santunan itu mestinya begitu ada yang meninggal, langsung keluar," ucap Presiden dalam rapat terbatas mengenai percepatan penanganan covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6).

Jokowi secara khusus menyoroti Kementerian Kesehatan yang berwenang mengurus insentif anggaran kesehatan. Ia meminta agar prosedur di kementerian disederhanakan dan tidak bertele-tele.

"Prosedur di Kemenkes jangan sampai bertele-tele. Kalau aturan di permen-nya (peraturan menteri) terlalu berbelit-belit ya disederhanakan," ujarnya.

Baca juga: Menteri Diminta Buat Terobosan, Jokowi: Tidak Datar-Datar Saja

Kepala Negara meminta agar seluruh alokasi dana untuk penanganan covid-19 mulai dari pembayaran klaim rumah sakit hingga insentif untuk tenaga medis dituntaskan secepatnya.

"Pembayaran klaim rumah sakit secepatnya, insentif tenaga medis secepatnya, insentif petugas laboratorium secepatnya. Tunggu apa lagi kalau anggarannya sudah ada," ucap Jokowi.

Sebelumnya, soal pencairan anggaran kesehatan ini juga disoroti Presiden dalam sidang kabinet paripurna yang digelar pada 18 Juni.

Anggaran kesehatan yang sudah disiapkan Rp75 triliun realisasinya masih rendah. Dari total uang yang disiapkan tersebut, yang tersalurkan baru 1,53%.

"Uang beredar di masyarakat berhenti ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran. Sehingga memicu ekonomi. Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialias, tenaga medis, segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan Rp75 triliun," tutur Presiden.(OL-5)

BERITA TERKAIT