29 June 2020, 05:35 WIB

Agar Keluarga Sehat dan Produktif di Tengah Pandemi


Dero Iqbal Mahendra | Humaniora

DI era new normal saat ini membentuk keluarga yang berketahanan dan sejahtera merupakan sesuatu yang harus dilakukan agar tiap-tiap anggota keluarga dapat tetap sehat, sejahtera, produktif, dan bahagia. Karena itu, perlu sejumlah tips agar keluarga Indonesia tetap dapat menjaga ketahanan keluarga di masa pandemi covid-19 itu. Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Tuty Kusumawati menjabarkan tips bagi para keluarga agar tetap dapat menjaga ketahanan keluarga di masa pandemi covid-19 ini.

Pertama, fleksibel dalam beradaptasi. Adaptasi fisik dimulai dari bekerja dari rumah (work from home/WFH), belajar dari rumah dan tidak keluar rumah, adaptasi mental psikologi spiritual dengan mengontrol emosi, meningkatkan rasa syukur, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kedua, mengubah gaya hidup keluarga melalui gaya hidup lebih sederhana dengan menghemat semua pengeluaran, masak makanan bersama keluarga, merawat pekarangan, menghindari pemborosan, dan sebisa mungkin untuk menghindari utang agar keluarga dapat bertahan hidup.

Ketiga, mengatur waktu dan aktivitas sebaik mungkin. Dengan kata lain, bisa membagi kegiatan individu dan kegiatan bersama keluarga. Untuk menghilangkan kejenuhan, ciptakan waktu pribadi buat kegiatan individu yang disukai dan disepakati bersama.

Keempat, menjaga tradisi dan kebiasaan positif keluarga, seperti gotong royong, saling peduli dan menasihati untuk menciptakan ketergantungan, kebersamaan, dan kekompakan keluarga.

“Kelima, menjaga keeratan dan kelekatan keluarga melalui komunikasi dan interaksi yang baik,” tutup Tuty.

Secara terpisah, di era new normal saat ini, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan BKKBN terus berupaya membuat regulasiregulasi untuk memayungi pelayanan KB era new normal yang tetap memperhatikan data-data lapangan.

“Di antaranya sistem pelayanan KB di era new normal yang dibuat BKKBN meliputi protokol pelayanan KB, jaminan ketersediaan alat dan obat kontrasepsi tingkat faskes/praktik mandiri, penggerakan dan komunikasi informasi edukasi (KIE), serta protokol pendampingan keluarga dan kolaborasi kemitraan,” kata Hasto melalui siaran persnya, baru-baru ini. (Dro/S-3)

BERITA TERKAIT