29 June 2020, 05:45 WIB

Semangat Baru Membangun Generasi Berkualitas


(Dro/S2-25) | Advertorial

SEPERTI kupu-kupu yang bermetamorfosis, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun memiliki semangat baru dengan berbagai inovasi meski tetap dengan visi yang sama, yakni hadir dan selalu dekat dengan masyarakat. Salah satu langkah untuk mewujudkan hal itu ialah dengan kegiatan sejuta akseptor secara serentak.

Kegiatan ini dilangsungkan pada perayaan Hari Keluarga Nasional ke-27 sekaligus menandai 50 tahun BKKBN pada 29 Juni 2020. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai upaya lembaganya untuk terus hadir dan dekat dengan masyarakat sebagaimana semangat baru dari BKKBN.

"Kegiatannya nanti akan berkaitan dengan pemasangan kontrasepsi, baik itu pemasangan susuk, suntik, IUD, vasektomi, tubektomi, hingga membagikan pil dan kondom," terang Hasto kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat (26/6).

Ia menerangkan, nantinya kegiatan itu akan dilakukan secara serentak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia dalam sehari. Kegiatan ini akan dilaksanakan di hampir 70.500 desa se-Indonesia. "Bila satu desa saja terdapat 15 orang akseptor, itu saja sudah satu juta," terang Hasto.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menjalankan jaga jarak (physical distancing). Dengan begitu tidak perlu mengumpulkan banyak orang dalam suatu tempat. Dalam pelaksanaannya pun akan melibatkan bidan, penyuluh keluarga berencana (PKB), hingga petugas lapangan KB (PLKB) di sejumlah wilayah dengan dukungan TNI dan Polri.

Selain layanan sejuta akseptor, peringatan Harganas ke-27 tahun ini yang mengangkat tema Melaluikeluarga kita wujudkan sumber daya manusia yang unggul, menuju Indonesia maju akan diisi beragam rangkaian acara. Salah satunya, kunjungan Kepala BKKBN langsung ke masyarakat serta bakti sosial 'Keluarga Bantu Keluarga' dengan membagikan sembilan bahan pokok (sembako) dari hasil sumbangan para pegawai BKKBN kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan.

"Selain itu, saya dan seluruh jajaran BKKBN pusat dan provinsi juga akan mengunjungi masyarakat secara langsung, memasangkan susuk, serta kegiatan lainnya," ungkap Hasto. Kepala BKKBN menambahkan, perayaan Harganas nanti sekaligus menjadi puncak dari rebranding yang akan dilakukan. Pihaknya akan meluncurkan tagline baru BKKBN serta jingle baru BKKBN yang akan dinyanyikan artis Prilly Latuconsina.

Hadir di masyarakat

Terkait rebranding pada Harganas ke-27 nanti, Hasto menyebut bahwa BKKBN mendorong semangat hadir di tengah masyarakat. BKKBN sebagai sahabat keluarga dan juga sahabat remaja menjadi semangat yang mendasari rebranding tersebut. Hasto mengakui lembaganya di mata generasi muda saat ini sebagai lembaga yang sudah tua dan tidak terhubung lagi dengan milenial. Berdasarkan riset yang dilakukan, generasi muda menginginkan BKKBN memiliki logo yang simpel dengan pendekatan yang moderen.

Karena itu, ia menekankan bahwa BKKBN baru dengan cara baru untuk generasi baru ini tidak hanya dalam bentuk simbolisasi, melainkan harus ada tindakan yang konkret. Terlebih, pada hari ini banyak orang yang tidak ingin didoktrinisasi. Akan tetapi, apabila BKKBN menjadi teman sebaya, segala sesuatu yang akan disampaikan akan lebih mudah diterima masyarakat.

"Seperti katakanlah sekarang ini supaya kita bisa tidak hanya sending, tetapi bisa juga deliver sampai end user, maka alat kontrasepsi, PLKB kita minta untuk membantu dengan catatan asalkan direkomendasikan oleh provider atau tempat layanan kesehatan atau bidan atau dokter yang ada. Sehingga ini bukan menjadi tukang numpuk alkon.

Nah, itu juga menjadi bagian dari kinerja baru yang kemudian kita ada spirit untuk supaya rantai pasok ini sukses," ungkap Hasto. Ia pun menyebut rebranding ini bukan hanya soal mengganti kulit melainkan harus ada pembaruan dalam semangat baik kepada eksternal maupun internal. Khususnya dalam hal menyampaikan nilai-nlai dari keluarga kepada masyarakat.

Keluarga harus mampu menerapkan 8 (delapan) fungsi keluarga yang semuanya dapat tercakup kedalam prinsip asah, asih dan asuh demi mewujudkan ketahanan keluarga. Hasto sangat berharap para pegawai BKKBN juga bisa menerapkan nilai-nilai luhur tersebut. Nilai itu bukan hanya diucapkan, tetapi juga tecermin dalam keseharian seluruh pegawai. Sehingga para pegawai BKKBN diharapkan tidak hanya menyosialisasikan program Bangga Kencana tetapi juga bisa menjadi teladan bagi keluarga-keluarga Indonesia.

Rebranding yang telah dilakukan BKKBN yakni logo, jingle, dan tagline pun tidak hanya sebagai simbol, melainkan juga bisa diamalkan oleh diri kita sendiri secara khusus dalam keluarga masing-masing.

Dekat dengan milenial

Adapun hal lain yang akan dikerjakan BKKBN ke depan ialah dengan mendekatkan diri ke milenial. Untuk itu, pihaknya memformulasikan kampanye dan sosialisasi yang sifatnya moderen dengan menggunakan media sosial maupun produk kekinian lainnya.

Misalnya saja dengan membuat animasi yang menggandeng selebritas Raffi Ahmad. Hasto pun memandang pendekatan ini sangat efektif dalam penyebaran informasi. Ia mencontohkan penggunaan Instagram saja penontonnya mampu menjangkau 3-4 juta orang. Kontennya berupa bagaimana rencana menikah dan pengetahuan lainnya terkait keluarga dan perencanaan dalam keluarga.

Menurut dia, pendekatan saat ini harus berbeda dengan pendekatan lama. Bila dahulu saat Orde Baru membuat patung di desa-desa, sekarang lebih kepada menggandeng influencer sebagai relawan. "Ini cara baru dalam menyosialisasikan, BKKBN baru dengan cara baru di era baru bagi generasi baru," ujar Hasto.

Sementara program lainnya seperti program Generasi Berencana (GenRe), BKKBN mengembangkan ketahanan remaja di dalamnya. Program GenRe dilakukan dengan pendekatan langsung terhadap remaja serta orangtua yang memiliki anak remaja.

Pendekatan kepada remaja dilakukan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja). Saat ini, PIK Remaja berjumlah sekitar 23.579 tersebar di 34 provinsi. PIK Remaja diharapkan menjadi wadah bagi remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreativitas, dan saling tukar informasi dengan teman sebaya mereka. (Dro/S2-25)

BERITA TERKAIT