29 June 2020, 04:32 WIB

Pedagang Pasar masih Langgar Protokol


Tim/X-10 | Humaniora

KESADARAN warga untuk mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di pasar tradisional di sejumlah daerah makin tinggi. Sejumlah warga makin menyadari pentingnya menggunakan masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan agar terhindar dari covid-19.

Ilyas, 31, pengunjung Pasar Palmerah, Jakarta, misalnya, selain menggunakan masker, dia mengaku membawa hand sanitizer di kantongnya.

‘’Saya sebenarnya waswas, apalagi mengingat pasar ini sempat ditutup lantaran adanya pedagang yang positif covid-19. Tapi, saya harus ke pasar untuk keperluan keluarga di rumah,” tuturnya, kemarin.

Ilyas menggunakan hand sanitizer setelah bertransaksi di pasar.

Pemandangan serupa juga terlihat di Pasar Ikan Hias Muara yang berada di Jalan Peta, Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin.

“Pembeli juga pada pakai masker kalau ke sini. Memang ada beberapa yang tidak pakai, tapi langsung diingatkan,’’ ujar Ujang, salah seorang pedagang di sana.

Di Makassar, PD Pasar Makassar Raya menyiapkan 100 petugas khusus untuk terus mengingatkan warga agar patuh pada protokol kesehatan.

Di Pasar Giwangan, Yogyakarta, masih tampak masyarakat bertransaksi seperti biasa. Banyak di antara mereka yang memakai masker, tetapi ada pula yang tidak memakai masker. Aturan jaga jarak pun tampak tidak diterapkan.

Di Pasar Rajabasa, Lampung, pemandangannya juga tidak jauh berbeda. Meski pemerintah setempat mewajibkan seluruh pedagang dan pengunjung menggunakan masker, masih banyak warga yang enggan mengenakannya. “Sosialisasi sih sudah sering, bolak-balik disuruh pakai (mas ker), tapi namanya gak terbiasa, kan gak nyaman. Jadi banyak (pedagang) yang gak pakai,” ujar Suprihatin, 30, pedagang ayam potong.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menegaskan pasar tradisional merupakan tempat yang aman apabila seluruh pihak bersama-sama mematuhi protokol kesehatan. (Tim/X-10)

BERITA TERKAIT