29 June 2020, 05:30 WIB

Keroyok Polisi, 11 WN Nigeria Ditangkap


Sru/Ant/J-3 | Megapolitan

TIM gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat meringkus 11 warga Negara (WN) Nigeria. Seluruhnya diamankan karena terbukti me­ngeroyok personel Korps Bhayangkara di Apartemen Green Park View, Cengkareng, Jakarta Barat.

“Awalnya diamankan sembilan orang warga negara Nigeria, Sabtu (27/6) sore. Beberapa jam kemudian ada penambahan dua lagi. Jadi, totalnya ada 11 orang,” ujar Kepala Bidang Hu­mas PMJ Kombes Yusri Yunus saat dikonfir­masi, kemarin.

Menurutnya, 11 pelaku pengeroyokan itu sudah menjalani pemeriksaan di Kantor PMJ. Pihak kepolisan juga berkoordinasi dengan otoritas imigrasi terkait tindak lanjut terhadap para warga negara asing tersebut.

“Kita berkoordinasi dengan pihak imigrasi. Personel imigrasi juga datang ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk didetensi dan ditangani pihak imigrasi,” ungkap Yusri.

Yusri mengatakan kejadian bermula saat 12 anggota Subdirektorat Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus PMJ mendatangi lokasi perkara. Tujuan kedatangan petugas untuk menangkap Sima Gabriel, pelaku penipuan secara daring yang tinggal di apartemen.

“Kemudian, salah satu warga apartemen lain berteriak ada razia WNA dari pihak imigrasi. Tidak lama kemudian, sekelompok penghuni melawan dan mengeroyok lima orang personel anggota Subdit Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya,” katanya.

Padahal, sebelumnya, terang Yusri, tim telah memberitahukan identitas dan tujuan ke TKP. Namun, keributan tidak bisa dihindari. Sekitar 60 WNA langsung melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap petugas. Kejadian pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 17.00 WIB tersebut mengakibatkan lima personel polisi menderita luka ringan.

“Selanjutnya dengan bantuan personel Res­­mob Polres Jakarta Barat dan personel Polsek Cengkareng, kami dapat mengamankan 11 orang warga negara Negeria. Kami juga berko­ordinasi dengan pihak imigrasi untuk didetensi dan ditangani pihak imigrasi,” kata dia.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Teuku Arsya Khadafi menambahkan bahwa insiden terjadi karena salah paham terkait informasi razia orang asing. “Sehingga dari kelompok warga Nigeria melakukan penghadangan, perlawanan, dan pengeroyokan ter­hadap anggota Polri,” pungkasnya. (Sru/Ant/J-3)

BERITA TERKAIT