29 June 2020, 05:20 WIB

Saatnya Pariwisata Menggeliat


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

DENGAN menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (PT TWC), kemarin, menggelar kampanye bertajuk #safe­tourism. Kampanye digelar di sepanjang jalan utama Yogyakarta.

Dalam kampanye itu, para peserta menggunakan sepeda atau skulis (skuter listrik) berkeliling Yogyakarta sambil membagi-bagikan leaflet yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di berbagai kesempatan dan aktivitas.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono di sela-sela kampanye tersebut mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari gerakan ready for safetourism. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat segera membangkitkan kepariwisataan di DIY,” kata Edy.

Dia melanjutkan dengan mema­suki era kenormalan baru, masyarakat sudah mulai kembali menjalankan aktivitas rutin mereka dengan tetap harus diingatkan untuk menjaga dan menerapkan protokol kesehatan.

Di Yogyakarta, jelasnya, beberapa objek keramaian mulai dikunjungi masyarakat. Objek utama seperti Tugu Yogya, Grha Sabha Pramana, Malioboro, dan Titik Nol Kilometer dapat dipastikan menjadi lokasi berkumpul aktivitas masyarakat, khususnya saat hari libur.

Namun, di tengah persiapan berbagai pengelola baik wisata maupun area publik dalam penerapan protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran covid-19, dia mengatakan masih banyak dijumpai warga yang abai.

Penggunaan masker, jaga jarak, dan jaga kebersihan tubuh menjadi beberapa poin utama yang perlu ditanamkan kepada masyarakat supaya mulai menjadi nilai-nilai utama dalam menjalankan kehidupan di masa new normal ini,” tegasnya.

Gelar simulasi

Untuk memastikan destinasi pariwisata kembali bergairah seiring akan diimplementasikannya kenormalan baru dengan penerapan protokol kesehatan covid-19, Pemerintah Kabupaten Belitung melaksanakan simulasi new normal percobaan pembukaan tempat wisata.

Bupati Belitung, Sahani Saleh, mengatakan hal itu sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Tatanan Hidup Baru Produktif dan Aman.

“Khususnya di bidang pariwisata dapat mulai menerapkan standar yang telah ditetapkan pemerintah, di antaranya selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan mengecek suhu tubuh sebelum memasuki ke tempat wisata yang akan dikunjungi,” kata Sahani, kemarin.

Dia berharap masyarakat bisa memahami dan melaksanakan apa yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Hal senada juga disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng). Secara resmi, pihaknya melakukan uji coba pembukaan lokawisata Baturraden mulai Sabtu (27/6). Karena baru awal, jumlah pengunjung belum terlalu banyak.

Namun, dalam tahap uji coba itu, pihaknya juga membatasi jumlah kunjungan sebanyak 500 orang. Wakil Bupati (Wabup) Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan bahwa pembukaan lokawisata Baturraden dilakukan karena telah memenuhi syarat setelah adanya sarana-pra­sarana yang sesuai dengan protokol kesehatan. (LD/RF/WJ/N-3)

 

BERITA TERKAIT