29 June 2020, 04:10 WIB

Christina Aguilera Berjuang untuk Namanya


MI | Humaniora

PENYANYI Christina Aguilera, 39, mengawali kariernya di industri hiburan dengan tidak mudah. Perempuan kelahiran Staten Island, New York, Amerika Serikat, itu mengungkapkan beberapa orang menginginkan ia mengganti nama belakangnya karena dianggap terlalu etnik.

“ Christina Agee ialah pilihannya, tetapi itu jelas tidak terjadi. Aku sangat menentang ide itu dan aku ingin mewakili siapa diriku sebenarnya. Menjadi Latino, itu adalah bagian dari warisanku dan siapa aku,” ungkapnya seperti dilansir Billboard, Sabtu (27/6).

Penyanyi Genie in a Bottle (1999) itu mewarisi nama belakangnya dari sang ayah, Fausto Xavier Aguilera. Bukan kali itu ia diminta ganti nama. Ia bercerita bahwa sewaktu kecil diminta untuk mengubah nama belakangnya dan menggunakan nama ayah tirinya agar bisa diadopsi secara hukum. 

Namun, hal tersebut ditentangnya. “Saya akan berjuang untuk nama belakang saya seumur hidup,” kata pelantun Beautiful itu. Ia pun mengaku bahwa albumnya yang berbahasa Spanyol, Mi Reflejo, sangat berarti. Album tersebut berada di puncak Top Latin Albums dan tangga lagu Latin Pop Albums dan membuatnya mendapatkan Grammy Latin untuk album vokal pop wanita terbaik. (Ant/H-2)

BERITA TERKAIT