29 June 2020, 03:45 WIB

Basuki Tjahaja Purnama Lebih Senang Jadi Gubernur


MI | Humaniora

SELALU melihat dari perspektif yang benar. Begitulah prinsip mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat Komisaris Utama PT Pertamina (persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), 53, sekarang.

“Itu hasil kuliah di Mako Brimob,” ujarnya terkekeh saat mengobrol dengan Andy F Noya saat IG live @kickandyshow, Sabtu (27/6).

Dari perspektif yang benar itu juga Ahok mengatakan dirinya lebih senang menjadi gubernur daripada komisaris. Padahal, diakuinya, gaji komisaris jauh lebih besar daripada gubernur.

“Dua-duanya sama enak. Cuma saya pilih jadi gubernur lebih enak karena bisa nolong orang banyak,” ungkap laki-laki kelahiran Manggar, Bangka Belitung, itu. 

Gaji Gubernur DKI Jakarta, kata Ahok, mencapai Rp7 juta per bulan, sedangkan Komisaris Utama Pertamina Rp170 juta. Namun, biaya operasional saat dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta tanpa wakil ketika itu bisa mencapai lebih dari Rp4 miliar.

“Dengan uang itu, kita bisa bantu apa saja untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama ijazah nyangkut, mau beli obat enggak ditanggung BPJS,” ungkap Ahok.

Sebagaimana diketahui, Ahok tersangkut kasus penistaan agama yang menyeretnya di penjara selama 20 bulan di Mako Brimob, Depok. Kepada Andy, Ahok mengaku bersyukur karena di sana ia punya enam ‘dokter’ terbaik di dunia, antara lain bisa rutin berolahraga, istirahat cukup, dan punya waktu menulis. (Ssr/H-2)
 

BERITA TERKAIT