29 June 2020, 01:15 WIB

Palestina Desak Gantz Hentikan Aneksasi Tepi Barat


MI | Internasional

OTORITAS Palestina (PA), Sab tu (27/6) waktu setempat, meminta Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz untuk mengakhiri pendudukan tanah Palestina dan menghentikan aneksasi Tepi Barat yang diduduki sebelum menuntut negosiasi.

“Gantz harus memikirkan un tuk mengakhiri pendudukan daripada memobilisasi pasukannya untuk mencaplok (Tepi Barat) dan mengonsolidasikan pendudukan,” ujar Kepa la Otoritas Umum Urusan Si pil PA Hussein al-Sheikh di Twitter.

Berbicara kepada wartawan pada Rabu, Gantz menyatakan niatnya untuk langsung bernegosiasi dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Pemerintah Israel berenca na untuk mengadakan pemungutan suara kabinet minggu depan untuk mencaplok ba gian-bagian Tepi Barat, yang diduduki Israel selama perang Timur Tengah 1967.

“Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengatakan dia akan mencaplok semua blok permukiman dan Lembah Yordania pada 1 Juli di bawah kesepakatan dengan Gantz,” ujar kepala koalisi Blue and White.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional. Karena itu semua permukiman Yahudi di sana serta aneksasi yang direncanakan adalah ilegal.

Para pejabat Palestina mengancam untuk menghapus perjanjian bilateral dengan Israel jika Tel Aviv melanjutkan aneksasi, yang selanjutnya akan merusak solusi dua negara. Langkah berani Israel untuk menganeksasi Tepi Barat didorong ‘Kesepakatan Abad Ini’ Presiden AS Donald Trump, yang diumumkan pada 28 Januari.

Rencana perdamaian itu merujuk Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi dan mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar Tepi Barat. Rencana tersebut menyatakan pembentukan negara Palestina dalam bentuk kepulauan yang terhubung melalui jembatan dan terowongan. Para pejabat Palestina mengatakan, di bawah rencana AS tersebut, Israel akan mencaplok 30% - 40% dari Tepi Barat, termasuk semua Yerusalem Timur. (AA/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT