28 June 2020, 20:21 WIB

Khofifah dan Anies kudu Diultimatum soal Penanganan Korona


Insi Nantika Jelita | Humaniora

PROVINSI Jawa Timur  dan DKI Jakarta merupakan dua daerah yang memiliki kasus positif covid-19 saat ini. Berdasarkan data yang tercatat Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pemerintah, pada (27/6) di Jatim mencapai 11.178 kasus dan DKI dengan 10.994 kasus positif korona

"Kedua provinsi itu perlu diultimatum. Wabah di DKI masih fluktuatif. Sementara di Jatim memang meningkat tajam," ungkap Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Syahrizal Syarif kepada Media Indonesia, Minggu (28/7).

Meski begitu, Syahrizal menjelaskan jika diperhitungkan jumlah penduduk maka risiko penduduk DKI terkena Covid-19 capai 3,8 kali lebih besar dari penduduk Jatim. Perbandinganya ialah 104.82 per 100.000 penduduk untuk kasus positif covid-19 di Ibu kota. Sedangkan, di Jatim 27.74 per 100.000 penduduk.

Dari data kurva mingguan kasus positif dua provinsi itu yang dicatat Syahrizal, terlihat ada peningkatan tajam di minggu terakhir Juni ini.

Di DKI Jakarta pada 21 Mei rata-rata positif covid-19 di bawah 100 kasus. Pada 28 Mei naik di atas 100 kasus. Pada 4 Juni turun dibawah 100 kasus dan pada 11 Juni naik drastis di angka 150 kasus positif covid-19 di Jakarta

Pada 18 Juni kasus positif covid-19 rata-rata turun di bawah 140 kasus. Pada 25 Juni rata-rata angka kasus positif covid-19 mencapai puncaknya dengan menyentuh hampir 160 kasus.

Untuk di Jawa Timur, pada 15 Mei dibawah 100 kasus positif covid-19. Pada 22 Mei, kasus positif covid-19 naik drastis diatas 150 kasus. Pada 29 Mei naik lagi di atas 200 kasus. Pada 5 Juni turun di bawah 150 kasus.

Seminggu kemudian pada 12 Juni, rata-rata kasus positif di Jatim meningkat tajam di atas 250 kasus. Pada (19/6) turun di bawah 240 kasus. Pada (26/6) naik kembali di atas 250 kasus.

"Testing memang saat ini sudah membaik. Kita lihat saja dalam dua minggu kedepan, semoga bisa turun kasus covid-19," pungkas Syahrizal. (Ins)

BERITA TERKAIT