28 June 2020, 17:47 WIB

Puluhan Ibu Hamil di Tasiklamaya Terserang Hepatitis B


Adi Kristiadi | Nusantara

DINAS  Kesehatan, Kota Tasiklamaya, Jawa Barat mencatatsejak awal tahun ini hingga Mei puluhan ibu hamil  terserang hepatitis B

"Penyakit hepatitis B di Kota Tasikmalaya saat ini mengalami peningkatan luar biasa, hingga Dinas Kesehatan secara langsung bergerak untuk menangani masalah. Karena, program pemerintah harus cepat ditanganinya secara serius karena cairan tubuhnya terinfeksi," kata,Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, Minggu (28/6).

Suryaningsih mengatakan, penyakit hepatitis B di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan sejak awal bulan Januari hingga Mei sasaran paling banyak telah menyerang para ibu hamil dengan jumlah 32 orang. Para penderita sudah terkena infeksi hati serius yang disebabkan virus dan penyakit itu paling sering disebarkan oleh melalui cairan tubuh terinfeksi.

"Jika orang telah terkena hepatitis B tentunya pemakaiannya itu melalui produk daerah atau jarum yang tidak steril, melalui hubungan seks vaginal, anal, tanpa alat pengaman dan dari ibu ke bayi dalam proses mengandung atau menyesui. Gejala yang dirasakan itu tentunya beragam mulai kuningnya mata, sakit perut, dan urine keruh," ujarnya.

Ia mengungkapkan, penyebaran penyakit yang terjadi disebabkan dari kumpulan massa mulai dari air liur dan keringat yang mana semuanya itu harus tetap diwaspadai. Karena, penyakit tersebut dapat menular dan mematikan akan tetapi untuk pencegahannya meminimalkan risiko penularan tetapi dinas kesehatan sudah memberikan vaksinasi Hb 0, imunoglobulin hepatitis B (HBIG) dan vitamin K.

Baca juga : BPBD Sukabumi Waspadai Potensi Krisis Air dan Kebakaran Lahan

"Untuk penyakit hepatitis yang terjadi selama ini, Dinas Kesehatan langsung menanganinya dan mereka juga telah ditempatkan di ruang isolasi khusus supaya tidak menyerang pasien lainnya. Penanganan itu dilakukan oleh tenaga kesehatan, tetapi mereka harus tetap dalam kondisi sehat dan mewaspadainya," paparnya.

Menurutnya, kasus penyakit Hepatitas B yang terjadi sejak awal Januari hingga Mei tersebar di 10 Kecamatan dan paling banyak di Kawalu dengan jumlah 7 kasus, Mangkubumi 6 kasus, Tawang, Bungursari empat kasus, Cihideung, Indihiang tiga kasus, Cibeureum, Cipedes dua kasus dan Tamansari satu kasus. Namun, bagi Kecamatan Purbaratu untuk sekarang bebas dari penyakit tersebut dan mereka juga tentu harus tetap waspada.

"Dinas Kesehatan berupaya menyosialisasikan secara bertahap berkaitan dengan penyakit hepatitis B supaya warga harus lebih waspada terutamanya dalam penggunaan jarum suntik, melalui hubungan seks dan alat pengaman. Akan tetapi, bagi penderita penyakit ini harus streril seperti gelas sendok, piring dan gelas termasuk harus mewaspadai melalui batuk dan flu," pungkasnya. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT