28 June 2020, 16:58 WIB

Ini Alasan Muhammadiyah, Ganti Sedekah Hewan Kurban Pakai Uang


Fachri Audhia Hafiez | Humaniora

PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah mengimbau agar masyarakat mengganti sedekah hewan kurban dengan uang. Karena pandemi covid-19 membuat menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum duafa.

"Karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam surat edaran PP Muhammadiyah tentang Tuntutan Ibadah Puasa Arafah, Idul Adha, Kurban dan Protokol Ibadah Kurban pada Masa Pandemi Covid-19, Minggu (28/6).

Bagi yang mampu melaksanakan kurban dan memberikan sedekah uang, diharapkan menjalankan keduanya. Kendati demikian, Muhamadiyah memberikan alternatif pengganti bagi masyarakat yang ingin kurban.

Jika memilih uang, maka diimbau menyalurkan sedekah tersebut melalui lembaga penyaluran tepercaya. Selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar.

Baca juga : 50 Ribu Lebih Pekerja Migran Indonesia akan Kembali ke Tanah Air

"Atau diolah menjadi kornet kemasan kaleng," ujar Haedar.

Pemotongan hewan kurban juga diimbau melalui rumah pemotongan hewan (RPH) agar sesuai syariat dan higienis. Penyembelihan diluar RPH juga mesti dibatasi.

Pembatasan tersebut guna menghindari kemubaziran dan distribusi yang merata, mengurangi kerumunan massa, dan pemenuhan protokol kesehatan. Sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.

Jika di luar RPH, penyembelihan dilakukan oleh tenaga profesional. Pelaksanaan distribusi hewan kurban juga mesti memperhatikan protokol kesehatan. Petugas atau panitia pelaksana penyembelihan hewan kurban diharapkan mengantarkan langsung ke warga.  (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT