28 June 2020, 15:11 WIB

Teroris Lebarkan Sayap di Tengah Pandemi, Pemerintah Mesti Tegas


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PANDEMI virus covid-19 membuka ruang kelompok teroris untuk meningkatkan penetrasi ideologi dan menambah jaringan lewat media sosial. Untuk itu, pemerintah mesti lebih waspada serta melakukan sejumlah tindakan yang terukur.

"Benar, kelompok radikal dan teroris mencari kadernya di era corona menggunakan media sosial dan IT. Salah satunya dengan jaringan telegram chanel, juga platform media sosial lainnya," kata Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib saat dihubungi, Minggu (28/6).

Menurut dia, kelompok teroris memanfaatkan konsentrasi pemerintah untuk menambah jaringan lewat media sosial. Dokrinisasi sangat gencar terjadi dengan cara menggulingkan kepercayaan terhadap Pancasila.

Baca juga : Menteri Agama Diminta Perhatikan Pesantren dalam RKAKL 2021

Sedikitnya terdapat tiga tahap, kata dia yang kerap dilakukan kelompok teroris. Pertama mencari orang-orang yang kecewa dan marah dengan situasi kehidupannya. "Tahap kedua mendoktrin faham bahwa pemerintah yang bertanggung jawab atas semua problemnya. Tahap ketiga, mendoktrin ide radikal dan terorisme yakni mengganti UUD 45 dan Pancasila dengan faham daulah khilafah pro islamic state sebagai solusi semua masalah," paparnya.

Oleh sebab itu, ia menilai pemerintah perlu mencegah sekaligus menindak seluruh otak jaringan teroris. Langkah pencegahan, pemerintah harus segera lakukan monitoring khusus di semua platform medsos.

"Ajak juga NU dan Muhammadiyah ikut memantau. Soal penindakan, penegakan hukum, jika memenuhi delik pasal baik UU ITE maupun UU Anti Terorisme ya ditangkap," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT