28 June 2020, 15:05 WIB

PBB: Jutaan Anak di Yaman Hadapi Kelaparan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

BADAN anak-anak PBB memperingatkan, jutaan anak-anak dapat terjerembab ke ambang kelaparan ketika pandemi virus korona menyapu Yaman yang dilanda perang di tengah penurunan ‘besar’ bantuan kemanusiaan.

Prediksi gamblang datang dalam laporan UNICEF yang baru, “Yemen five years on: Children, conflict and COVID-19”, kemarin. Dikatakan, jumlah anak-anak Yaman yang kurang gizi dapat mencapai 2,4 juta pada akhir tahun ini, atau meningkat 20% dari angka saat ini.

"Ketika sistem kesehatan dan infrastruktur di Yaman yang hancur berjuang untuk mengatasi virus korona, situasi yang sudah mengerikan bagi anak-anak kemungkinan akan memburuk secara signifikan," ujar UNICEF.

Infrastruktur perawatan kesehatan Yaman yang buruk tidak siap untuk memerangi pandemi covid-19 setelah perang selama lima tahun antara koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Perang, yang sebagian besar mengalami kebuntuan, juga memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Konflik meletus pada 2015, ketika koalisi yang dipimpin Saudi melakukan intervensi militer atas nama pemerintah yang diakui secara internasional, yang dipaksa Houthi lari ke pengasingan ketika mereka menyerbu ibu kota, Sanaa, dan sebagian besar wilayah utara tahun sebelumnya.

Situasi di Yaman diperkirakan akan semakin buruk karena negara-negara donor baru-baru ini mengurangi bantuan. Yaman telah secara resmi mencatat lebih dari 1.000 kasus covid-19, termasuk 275 kematian. Namun, angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi karena kemampuan pengujian sangat terbatas.

Baca juga : Meningkat, WNI Terinfeksi Korona di Luar Negeri Jadi 1.102 Orang

"Jika kita tidak menerima dana mendesak, anak-anak akan terdorong ke ambang kelaparan dan banyak yang akan meninggal," kata Sara Beysolow Nyanti, perwakilan UNICEF untuk Yaman. "Komunitas internasional akan mengirim pesan nyawa anak-anak ... tidak penting."

UNICEF juga memperingatkan jika dana US$54,5 juta tidak dicairkan untuk bantuan kesehatan dan gizi pada akhir Agustus, lebih dari 23.000 anak-anak akan menghadapi risiko kematian yang meningkat karena kekurangan gizi akut. Ia juga mengatakan 5 juta anak lainnya di bawah usia 5 tahun tidak akan memiliki akses ke vaksin melawan penyakit mematikan.

Laporan UNICEF muncul setelah peringatan oleh kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock yang mengatakan kepada rapat tertutup Dewan Keamanan bahwa Yaman dapat ‘jatuh dari tebing’ tanpa dukungan keuangan besar-besaran.

Lowcock menambahkan covid-19 menyebar dengan cepat di seluruh negara termiskin di dunia Arab itu, menewaskan sekitar 25% dari kasus yang dikonfirmasi--lima kali dari rata-rata global.

Setengah dari fasilitas kesehatan Yaman tidak berfungsi dan 18% dari 333 distrik di negara itu tidak memiliki dokter. Sistem air dan sanitasi telah runtuh sehingga wabah kolera berulang. Sekitar 9,6 juta anak-anak tidak memiliki akses yang memadai ke air bersih, sanitasi, atau kebersihan dan dua pertiga dari sekitar 30 juta orang di negara itu bergantung pada bantuan makanan. (France 24/OL-2)

 

BERITA TERKAIT