28 June 2020, 14:30 WIB

Analis: IHSG Pekan Depan Berpotensi Melemah


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

DIREKTUR Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan berpotensi akan bergerak konsolidasi melemah dengan suppot di level 4821 sampai 4712. Sementara level resistance-nya berada di level 5.014 hingga 5.112.

Menurutnya sentimen global masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG pekan depan, khususnya lonjakan kasus Covid-19 di Amerika Serikat dan Jerman yang di ikuti lockdown membuat pasar khawatir. 

Baca juga: Diversifikasi Pangan Lokal Turut Kokohkan Ketahanan Pangan

"Jika terjadi lockdown kembali maka pasar akan menghadapi lebih banyak risiko pelemahan di jangka pendek," kata Hans, Minggu (28/6).

Ia mengatakan, pelaku pasar merespons negatif kebijakan lockdown pada sektor bisnis di beberapa negara bagian di Amerika Serikat setelah terjadi lonjakan kasus infeksi Covid-19.

Belum lagi adanya potensi perang dagang meningkat setelah para pejabat Tiongkok memperingatkan bahwa "campur tangan" Amerika Serikat di Hong Kong dan Taiwan dapat membuat Beijing mundur dari komitmennya untuk membeli barang pertanian AS. 

"Kami melihat ini merupakan strategi tawar menawar antar Negara untuk mendapatkan keuntungan perdagangan. Tetapi berita ini negatif bagi pasar keuangan dunia," kata Hans.

Ada pula International Monetary Fund (IMF) yang memangkas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi -0,3 % dari sebelumnya 0,5% membuat proyeksi Ekonomi Indonesia menurun. Hal ini menunjukkan perlu lebih banyak stimulus untuk mendorong ekonomi. Pasar menanti stimulus besar-besaran dari Uni Eropa yang diperkirakan di sepakati bulan Juli.

Namun disisi lain, Hans pun mengatakan, ada sentiment positif yang dibangun pemerintah. 

"Pemerintah akan menempatkan dana sebesar Rp30 Triliun di bank himpunan milik negara (Himbara) yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI) ini merupakan sentiment positif karena memperkuat perbankan nasional," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT