28 June 2020, 14:00 WIB

50 Ribu Lebih Pekerja Migran Indonesia akan Kembali ke Tanah Air


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

BADAN Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengatakan akan menghadapi dinamika perkembangan kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang cukup tinggi. Diperkirakan akan ada 50.114 PMI yang diperkirakan akan kembali kembali ke tanah air.

"Kami perkirakan akan ada 50.114 PMI yang pulang karena akan berakhir masa kontraknya pada bulan Juli dan Agustus," kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dalam Talk show Info Corona yang disiarkan Youtube BNPB, Minggu (28/6).

Baca juga: Rentan Jadi Klaster Baru Gerakan Pakai Masker Fokus ke Pasar

Ia mengatakan selain karena kontrak yang habis, kepulangan PMI pun dibedakan berdasarkan empat kategori PMI bermasalah, yakni masalah industrial atau ketenagakerjaan. PMI bermasalah karena imigrasi, bermasalah karena konsuler, bermasalah hukum, dan masalah sosial.

Meskipun begitu, Benny menyebut PMI bermasalah itu tidak hanya diterima di Tanah Air, tapi juga dipastikan sampai ke kampung halaman.Untuk jalur masuk PMI, Indonesia membuka tiga jalur yakni di Batam, Jakarta dan Bali yang masing-masing memiliki rekomendasi Rumah Sakit rujukan covid-19.

Khusus untuk di Jakarta, Laksma R. Eko, Penegakan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyebut saat tiba di pelabuhan Priuk, PMI akan langsung di-screening atau test kesehatan yang kemudian aka dipisahkan berdasarkan hasilnya. 

"Jika dinyatakan positif akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Sedangkan lainnya akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pademangan untuk karantina yang mana hasil PCR bisa tumbuh 3 hari ke depan," kata Eko. (OL-6)

BERITA TERKAIT