28 June 2020, 06:00 WIB

Startup (juga) Terkena Imbas Korona


Sumber: CB Insight/Startup Ranking/Layoffs.fyi/Rkp/L-1 | Weekend

BADAI pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi covid-19 tampaknya semakin menyentuh perusahaan rintisan (startup). Tercatat sejak covid-19 mulai menyebar pada Maret hingga Jumat (26/6), 515 startup di seluruh dunia Startup (juga) Terkena Imbas Korona telah melakukan PHK terhadap karyawan mereka. Sejumlah 68.812 karyawan pun terkena dampak. Pemutusan hubungan kerja ini tak hanya dilakukan perusahaan rintisan yang bervaluasi kecil, startup yang berstatus unicorn dan Ponies Nilai valuasi menembus US$10 juta.

Klasifikasi Startup Cockroach Centaurs Unicorn Decacorn Hectocorn Nilai valuasi kecil, tapi tahan banting. Nilai valuasi menembus US$100 juta. Nilai valuasi lebih dari US$1 miliar. Nilai valuasi lebih dari US$10 miliar. Nilai valuasi lebih dari US$100 miliar. decacorn juga terpaksa melakukannya karena tak kuat menahan beban. Uber Technologies, misalnya. Decacorn asal 'Negeri Paman Sam' ini bahkan melakukan PHK terhadap 6.700 karyawan dalam dua pekan pada Mei lalu. Sebelumnya, unicorn asal India yang bergerak di bidang perhotelan lebih dulu mem-PHK 5.000 karyawan mereka untuk mengurangi pengeluaran.

Di level Asia Tenggara, PHK dilakukan decacorn asal Singapura, Grab. Startup yang bergerak di bidang layanan transportasi daring ini mem-PHK 360 karyawan pada pertengahan Juni 2020. Keputusan itu dilakukan sebagai langkah navigasi bisnis dalam menghadapi pandemi.

Decacorn pertama asal Indonesia, Go-Jek, juga melakukan langkah serupa. Go-Jek dikabarkan melakukan PHK terhadap 430 karyawan dari divisi yang terkait dengan Go Life dan Go Food Festival.

Selain itu, startup yang bergerak di bidang travel juga goyah. Sebut saja Traveloka (Indonesia) yang mem-PHK 100 karyawan dan Agoda (Singapura) 1.500 karyawan. Bahkan, Airy Rooms (Indonesia) harus gulung tikar karena tak mampu bertahan dari badai krisis.

BERITA TERKAIT