28 June 2020, 04:29 WIB

Kasus Virus Korona Naik di Tiongkok dan India


Hym/AFP/Ant/X-11 | Internasional

TIONGKOK kemarin melaporkan terjadinya jumlah tertinggi kasus virus korona baru dalam empat hari terakhir. Ini antara lain didorong oleh naiknya kasus infeksi covid-19 di ibu kota Beijing.

Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 21 infeksi baru yang dikonfirmasi di Tiongkok Daratan, naik dari 13 kasus pada hari sebelumnya dan tertinggi sejak awal pekan ini. Di Beijing, terjadi 17 kasus baru yang dikonfirmasi, naik dari 11 di hari sebelumnya dan terbesar sejak 20 Juni.

Sejak 11 Juni, ketika Beijing melaporkan kasus pertama dalam wabah saat ini, yang berasal dari pusat makanan grosir yang luas di barat daya ibu kota, 297 orang di kota berpenduduk lebih dari 20 juta itu telah tertular covid-19.

Tiongkok Daratan juga melaporkan empat kasus impor baru. Ini ialah infeksi terkait dengan pelancong yang datang dari luar negeri. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan dua kasus sehari sebelumnya.

Tambahan itu membuat jumlah kumulatif kasus yang dikonfirmasi di Tiongkok daratan menjadi 83.483.

Tiongkok daratan juga melaporkan 12 pasien baru tanpa gejala, yang dites positif covid-19, tetapi tidak menunjukkan gejala klinis seperti demam, naik dari lima pasien di hari sebelumnya. Otoritas kesehatan nasional tidak memasukkan pasien tanpa gejala dalam penghitungan kasus yang dikonfirmasi.

Sementara itu, korban tewas akibat covid-19 di Tiongkok tetap di angka 4.634, tidak berubah sejak pertengahan Mei.

Meningkat di India

India kemarin juga melaporkan lebih dari 17.000 kasus baru covid-19 menjadikan total kasus virus korona di negara itu di atas 500 ribu. Kementerian kesehatan federal juga memberitakan bahwa lonjakan infeksi terjadi di kota-kota besar, termasuk ibu kota New Delhi.

Total kasus covid-19 di India merupakan wabah virus korona terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia. Infeksi diperkirakan akan terus meningkat di India.

Para ahli lalu memperingatkan negara bagian untuk memprioritaskan pengurangan angka kematian dan menanggulangi penyebaran virus.

Kelompok studi covid-19, yang dipimpin oleh Bhramar Mukherjee, seorang profesor biostatistik dari University of Michigan, meramalkan bahwa kasus virus korona di India bisa mencapai antara 770.000 dan 925.000 pada 15 Juli mendatang.

Di sisi lain, New Delhi kini berjuang membangun fasilitas sementara dengan ribuan tempat tidur untuk karantina dan merawat pasien. (Hym/AFP/Ant/X-11)

BERITA TERKAIT