28 June 2020, 02:15 WIB

Aman dan Kreatif dengan Face Shield Buatan Sendiri


Galih Agus Saputra | Weekend

SOBAT Medi mungkin belakangan sering mendengar istilah new normal, ya? New normal atau kenormalan baru itu singkatnya ialah kehidupan sehari-hari yang beradaptasi dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus korona (covid-19).

Nah, jadi kita tidak boleh lupa protokol kesehatan setiap kali ke tempat umum, ya, sobat Medi! Ada tiga lo, yakni menjaga jarak dengan orang lain, memakai masker, dan rutin mencuci atau membersihkan tangan dengan hand sanitizer.

Oh iya, selain masker, sekarang ini banyak pula orang yang menambah dengan menggunakan face shield atau pelindung wajah. Masker dan face shield ini memang sama-sama termasuk alat pelindung diri (APD). Dengan face shield ini kita memang lebih terlindungi karena seluruh wajah bisa terhindar dari droplet (cipratan ludah) yang merupakan media penularan covid-19.

Sama juga seperti masker, face shield ini tidak harus beli, tetapi bisa kita buat sendiri. Masker dan face shield memang bisa dibuat dengan bahan sederhana. Namun, jika masker berbahan utama kain dan karet, bahan utama face shield ialah plastik tebal.
 
Teman-teman kita pun sudah banyak yang jago membuatnya, seperti yang dilakukan adik-adik kita dari TK Tungsa, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur. Salah satunya ialah Muhammad Ainur Mursyadi yang duduk di kelas TK B. Ia mengaku senang karena dapat membuat alat tersebut. Adapun face shield buatannya berwarna hijau dan berhiaskan gambar bintang.

Muhammad Ainur, yang kelak ingin menjadi polisi, membuat face shield tersebut dari bahan-bahan sederhana yang juga dapat ditemukan di rumah. Selain itu, ada juga Muhammad Asyam Rosyidin.

Muhammad Asyam yang sangat suka bermain bulu tangkis itu, bahkan mengaku selalu memakainya ke mana saja. “Saya senang dengan face shield buatan saya sendiri. Membuatnya dibantu Bunda dan Abi,” katanya saat wawancara tertulis bersama Medi, Rabu (24/6).

Sementara itu, teman kita yang bernama Miracle Elpida Dewi Lumban Toruan selalu memakai face shield buatannya saat pergi berbelanja. “Saya pakai waktu keluar rumah ikut Mama belanja,” katanya.


Sarana belajar

Teman-teman kita itu mahir membuat face shield rupanya karena dipandu Pak Guru Supardi. “Kadang saya buat video tutorial seminggu satu kali. Kebetulan APD itu idenya, ya, karena ada pemberlakuan new normal itu, saya lalu membuat face shield. Saya buatnya di Youtube, tapi terus dibagikan ke grup Whatsappnya para orangtua atau wali murid di rumah. Nanti anakanak tinggal mengikuti saja sambil menonton Youtube itu,” kata Pak Supardi yang akrab disapa Mas Tholee kepada Medi.

Menurut Mas Tholee, tutorial membuat face shield ini juga dapat menjadi media pembelajaran yang cukup menarik terkait dengan protokol kesehatan. Apalagi, sobat Medi juga bisa mengasah kreativitas, mulai gambar, hiasan atau tempelan bisa dibuat sendiri, hingga bisa menyertakan nama di bagian atasnya.

“Hasil karya anak-anak bermacammacam. Ada yang benar-benar bagus, tapi pesan saya, dalam membuat ini memang harus didampingi orangtua karena ada guntingmengguntingnya. Jadi, biar tidak berbahaya ditemani nanti anak-anak yang menempel sendiri,” imbuh bapak guru yang akun Instagram-nya sudah diikuti lebih dari 1.000 pengguna itu.

Yang terpenting, jika sudah memiliki masker dan face shield, jangan lupa untuk dipakai ya sobat Medi! Memakainya juga harus dengan benar karena jika tidak benar akan percuma.

Menggunakan APD juga bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan. Jika sobat Medi akan banyak bergerak, seperti bermain sepeda, joging, atau bermain bola, lebih cocok memakai face shield agar pernapasan tidak sesak dan kekurangan oksigen.

Jika sobat Medi hanya beraktivitas biasa di tempat yang tidak terlalu ramai, cukup mengenakan masker. Namun, jika tempat itu ramai, seperti pasar, swalayan, atau juga kendaraan umum, sebaiknya memakai masker dan juga face shield. Jangan lupa juga ingatkan ibu, ayah, kakak, atau adik untuk melakukan hal sama ya! (M-1)

BERITA TERKAIT