27 June 2020, 23:53 WIB

Milenial Bisa Jadi Katalisator Kebangkitan Ekonomi Usai Pandemi


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

PANDEMI Covid-19 masih terus berlangsung hingga kini dan belum dapat dipastikan berakhirnya. Dampak dari pandemi itu pun terus mengular hingga ke aspek sosial dan ekonomi.

Meski demikian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tidak semua sektor ekonomi terpuruk. Hal itu setidaknya terjadi di sektor kesehatan, pertanian, farmasi, makanan dan minuman, serta perdagangan elektronik.

"Generasi milenial menjadi kelompok yang paling diandalkan dalam melihat potensi ekonomi tersebut. Biasanya milenial lebih responsif dan punya kemampuan adaptasi yang lebih baik," ujarnya dalam Kagama Inkubasi Bisnis XII bertajuk Kesiapan UMKM dan Entrepreneur Milenial di Era New Normal, Sabtu (27/6) secara daring. 

Generasi milienal, kata Budi yang juga Wakil Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), bisa berperan pada sektor teknologi informasi yang mudah diadaptasi generasi tersebut. Menurut Budi, sektor teknologi informasi bisa menjadi peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan milenial. 

Di samping itu, pihaknya berusaha meningkatkan layanan infrastruktur dan teknologi, demi mendukung distribusi barang dan jasa, seŕta perluasan layanan e-commerce dan UMKM.

UMKM, kata Budi bisa dimaksimalkan dalam menyerap tenaga kerja dan memulihkan ekonomi karena sudah terbukti bisa bertahan di kondisi krisis.

Baca juga : PEN Perlu Pendampingan Ketat agar Tepat Sasaran

Di sisi lain, Budi menambahkan, akan terus mendukung perputaran roda ekonomi dari sisi transportasi.

"Transportasi mempunyai dampak yang berantai bagi industri lain, seperti lokomotif, suku cadang, dealer, wisata, dan perhotelan. Untuk itu, dibutuhkan pemetaan yang matang agar ditemukan jalan keluarnya," ujar alumnus fakultas  Teknik UGM itu.

Namun, memperkuat sektor transportasi di masa pandemi juga menjadi tantangan tersendiri. Seperti dalam hal layanan dan operasional, pemerintah harus memiliki crowd management dalam mengatur physical distancing. Selain itu, pihaknya juga harus merencanakan pelayanan di tengah ketidakpastian demand, digital ticketing, dan sebagainya.

Solusi teknologi informasi, lanjut Budi, jadi pilihan rasional dalam pengelolaan transportasi di tengah pandemi.

"Termasuk membangun teknologi informasi untuk memperlancar distribusi barang. Kami berusaha agar distribusi logistik tidak terhambat," tuturnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT