27 June 2020, 19:06 WIB

Tekan Penularan Covid-19, Gerakan Pakai Masker Terus Digencarkan


Atalya Puspa | Humaniora

PANDEMI covid-19 tidak hanya melanda Indonesia tapi juga sebagian besar negara di seluruh dunia. Hal tersebut memberikan dampak yang besar bagi sektor kesehatan dan ekonomi.

Untuk itu, masyarakat harus disiapkan untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru (ABK) dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan, yakni memakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Dalam hal ini, sebuah organisasi yang bernama Gerakan Pakai Masker (GPM) berinisiatif untuk mengkampanyekan gerakan tertib memakai masker dengan menyasar pelaku usaha di pasar tradisional.

"Mengapa pakai masker? Karena ini adalah upaya minimal yang bisa dilakukan masyarakat untuk menekan penyebaran. Risiko penularana bisa ditekan mencapai 75% apabila masyarakat tertib menggunakan masker. Menggerakan masyarakat untuk pakai masker jauh lebih murah," kata Ketua Umum GPM Sigit Pramono dalam Peluncuran GPM di Pasar Tradisional Seluruh Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (27/6).

Saat ini sendiri, Indonesia masuk ke dalam peringkat ke-97 dari 100 negara yang dikatakan paling aman dari covid-19. Hal ini, kata Sigit, membuktikan bahwa dunia internasional masih menganggap penanganan covid-19 di Indonesia belum maksimal.

"Kita harus rebranding negara kita dari negara yang tidak mampu menagani pandem, menjadi negara yang sukses menangani pandemi dengan GPM. Apabila masyarakat disiplin, maka akan mengurangi korban, dan dunia internasional akan melupakan kegagalan kita," ungkap Sigit.

Dengan begitu, ke depannya diharapkan investor akan melirik Indonesia sebagai negara utama untuk tujuan investasi. Selain itu, diharapkan pula wisatawan mancanegara tidak memiliki ketakutan untuk mengujungi Indonesia.

Baca juga : 576 Pasien Covid-19 Sembuh Hari ini, Kasus Baru Tambah 1.385

"Ini juga akan membuat perekonomian bangkit kembali," sambungnya.

Adapun, GPM akan menyasar 9.200 pasar tradisional di bawah naungan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo). Sejak 24 Juni lalu, GPM sudah melakukan sosialisasi penggunaan masker di 277 pasar tradisional di Jabodetabek.

"Setelah ini akan dilakukan penyuluhan untuk penyuluh yang bertugas di wilayah Jawa Barat dan Banten pada 4 Juli mendatang. Selanjutnya kami juga akan menyasar Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan provinsi lainnya," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Handayani menyampaikan dukungannya terhadap gerakan GPM yang dilakukan di pasar tradisional. Handayani menyebut, pasar tradisional memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia.

Ia membeberkan, saat ini UMKM berkontribusi sebanyak 60,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM juga menyerap 97% dari total tenaga kerja di Indonesia.

"Kami sangat mendukung gerakan GPM di pasar tradisional. Selain membantu pembiayaan, kita juga membantu memastikan pelaku UMKM selalu dalam keadaan sehat untuk jadi penggerak perekonomian nasional," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT