27 June 2020, 17:50 WIB

Kiat Sukses Tes Wawancara Kerja Virtual era New Normal


Muhamad Fauzi | Humaniora

LOWONGAN kerja saat kenormalan baru atau new normal tetap terbuka. Saat persiapan diri seperti memperbaiki kemampuan berkomunikasi lalu resume kerja dan sebagainya sudah Anda lakukan. Lalu datanglah panggilan wawancara virtual, apa yang bisa Anda lakukan agar memikat pewawancara?

Bersiaplah untuk bagian kedua mendapatkan kesan positif dari manajer yang akan merekrut Anda. Coba lakukan hal ini:

Ingat dan sebut nama pewawancara

Tampaknya cukup sederhana, bukan? Anehnya, ini bukan praktik yang umum, jadi itu menonjol, kata Heather Livingston, penasihat karir dari University of Phoenix.

Mereka tidak hanya akan mengingat Anda yang menyebutkan nama mereka sebelum berbicara dengan mereka, tetapi cara ini juga akan membantu Anda mengingat nama mereka.

"Jadilah pendengar yang baik dan perhatikan percakapan sehingga Anda dapat merespons secara efektif," kata Livingston seperti dilansir Real Simple.

Tunjukkan minat yang tulus pada apa yang dikatakan orang lain karena ini bisa menambah nilai pada percakapan dan membangun kepercayaan.

Siapkan pemandangan

Wawancara virtual melalui Zoom misalnya, setidaknya membuat Anda harus mempertimbangkan latar belakang pemadangan Anda. Jangan sampai ada jemuran atau hal yang mengganggu pemandangan perekrut kerja saat wawancara.

Kristen Keats, pengusaha, pakar karir, CEO dan pendiri Breakaway Bookkeeping + Advising mengatakan, detil menunjukkan profesionalisme Anda, dan itu mencerminkan minat Anda pada perusahaan.

“Pilih latar belakang netral dan pastikan ruang Anda cukup terang dengan cahaya alami. Hindari mengenakan kaca atau lapisan yang mengurangi cahaya saat melakukan panggilan video, karena silau dapat mengalihkan perhatian dan mengaburkan wajah Anda," tutur Keats.

Ajukan pertanyaan bagus

Wawancara jarak jauh, membuat Anda kemungkinan besar tidak akan melihat bagian dalam kantor perusahaan sebelum menerima pekerjaan itu, kata Samantha Friedman, wakil presiden senior di perusahaan Vettery.

Ini berarti menanyakan sesuatu seperti, "Seperti apa budaya perusahaan?" sebagai pertanyaan akhir wawancara bisa membuat Anda gagal diterima.

Friedman merekomendasikan untuk mengajukan pertanyaan yang lebih jelas yang menunjukkan penelitian dan minat Anda.

Apa yang harus dihindari?

1. Jangan lupa ucapkan terima kasih

Hanya karena Anda bertemu secara virtual, bukan berarti waktu siapa pun jadi kurang berharga. Keats merekomendasikan mengirim email berisi ucapan terima kasih.

"Jangkau semua orang yang mewawancarai Anda, bukan hanya tingkat atas atau perekrut," kata dia.

2. Menetapkan sasaran yang tidak realistis

Meskipun penting mencari pekerjaan yang akan menantang dan memicu Anda, praktisi psikologi industri-organisasi dan pakar tempat kerja Amy Cooper Hakim merekomendasikan untuk lebih praktis dengan tujuan Anda saat ini.

“Meskipun Anda mungkin ingin mendapatkan pekerjaan segera, ini kemungkinan tidak akan terjadi. Anda mungkin menemukan posisi ideal segera, tetapi jangan berharap itu. Sebaiknya rencanakan untuk menghabiskan lebih banyak waktu mengirimkan resume dan wawancara," kata dia. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Pemkot Yogya Klaim Mampu Jalani Kenormalan Baru

BERITA TERKAIT