27 June 2020, 17:40 WIB

Pemkot Yogya Klaim Mampu Jalani Kenormalan Baru


Ardi T Hardi | Nusantara

PEMERINTAH Kota Yogyakarta mulai membuka mal, pertokoan, pertemuan-pertemuan di masyarakat, ibadah, dan lain-lainnya. Di sisi yang sama, penerapan protokol baru untuk mengiringi masa kehidupan ekonomi sosial tetap diberlakukan.

"Artinya, (saat ini) menuju new normal berarti kehidupan sosial dan ekonomi sudah mulai perlahan dilakukan sebelum akhirnya seperti normal, seperti biasanya," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Sabtu (27/6)

Aktivitas ekonomi dan sosial, jelas Heroe, dibuka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Persiapan kenormalan baru pun harus dilakukan secara hati-hati agar masyarakat tidak menganggap situasi sudah aman dari Covid-19.

"Yogyakarta gencar agar protokol baru itu dibuat dan harus dipatuhi karena itulah yg akan mengawal proses kehidupan normal," kata dia.

Baca Juga: Di Akhir Pekan Sejumlah Jalan di Bandung Ditutup

Pemkot Yogyakarta sudah menggelar 2.430 rapid diagnostic test (RDT). Hasilnya, 65 orang dinyatakan reaktif, sisanya 2.375 orang nonreaktif. Dari hasil tersebut, pihaknya menggelar tes polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil 15 orang positif dan dua negatif.

Ada pula masyarakat yang melakukan melakukan tes RDT mandiri, baik di rumah sakit maupun laboratorium yang ada di Yogyakarta. Dari 2.818 orang yang melaksanakan RDT, enam orang dinyatakan reaktif dan 2.752 orang dinyatakan nonreaktif. Kemudian ada satu orang yang menjalani tes PCR dan telah dinyatakan negatif. (OL-13)

Baca Juga: New Normal, Konsumsi BBM belum Capai Rerata Masa Normal

BERITA TERKAIT