27 June 2020, 15:13 WIB

Insentif Kartu Prakerja sejak Akhir Mei Ternyata Ditunda


Despian Nurhidayat | Humaniora

DIREKTUR Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky mengakui keterlambatan pembayaran insentif program Kartu Prakerja sejak akhir Mei 2020.

Baca juga: Wapres Akui Peluncuran Kartu Prakerja Penuh Tantangan

Menurut Panji, keterlambatan tersebut karena arahan dari Komite Prakerja untuk mengevaluasi agar program Kartu Prakerja tepat sasaran.

"Ada penundaan pembayaran insentif sejak akhir Mei karena arahan komite untuk ketepatan sasaran. Salah satunya aparatur sipil negara (ASN) dan Polri enggak boleh ikut program ini," ungkapnya dalam Webinar Kartu Prakerja, Sabtu (27/6).

Baca juga: Kontroversi Belva dan Kartu Prakerja

Umumnya, Panji mengatakan, insentif akan dibayarkan kepada peserta 10 hari setelah syarat dipenuhi oleh peserta.

Syarat tersebut antara lain peserta menyelesaikan pelatihan, setelah itu rekening yang didaftarkan harus sesuai dengan NIK yang didaftarkan dalam program prakerja.

"Setelah menyelesaikan pelatihan harus ada rating dan ulasan. Agar bisa menginformasikan kepada masyarakat. Ini wajib. Setelah itu, via lembaga pelatihan membayarkan dengan jangka waktu 10 hari," ujar Panji.

Baca juga: KPK Telaah Dugaan Adanya Korupsi Tender Progam Kartu Prakerja

Dia pun menegaskan, sejak 26 Juni, pembayaran insentif sudah dibayarkan. Namun, pihaknya melakukan pembayaran secara bertahap.

"Gelombang 1, 2, dan 3 akan tetap dibayarkan dalam waktu dekat," ujarnya. (X-15)

BERITA TERKAIT