27 June 2020, 14:45 WIB

Polusi Udara Berkorelasi Tingginya Kematian Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

TINGGI rendahnya daerah terpapar polusi udara, terkait erat dengan tingkat kematian akibat covid-19. Studi kasus di Italia salah satu contoh nyata temuan tersebut.

Demikian disampaikan Guru besar ilmu kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Profesor Budi Haryanto, dalam diskusi daring bertajuk 'Dampak Sosial Ekonomi Polusi Udara di Jakarta' yang digelar Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sabtu (27/6).

"Di Italia daerah yang tingkat polusinya rendah angka kematiannya 4%. Tapi di daerah yang memiliki polusi tinggi angka kematiannya lebih dari itu bahkan menyentuh angka 12%," kata Prof. Budi

Sementara itu, ditemukan pula 83% kematian covid-19 terjadi di wilayah dengan tingkat pencemaran NO2 tinggi di Italia, Prancis, Spanyol, dan Jerman.

"Pengendalian kualitas udara pun harus menjadi salah satu pertimbangan bagi negara untuk membuat program pengendalian covid-19," tuturnya.

Baca Juga: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Demensia

Dalam pemaparannya, Budi juga menunjukkan dari data yang diperoleh dari RS dan fasilitas kesehatan (faskes) di Jakarta, 57,8% penyakit yang menimpa warga di Jakarta berkaitan dengan polusi udara.

Dari data yang diperoleh dari seluruh RS di Jakarta tercatat 12,6% atau 1,2 juta warga mengalami asma, 1,6% atau 153 ribu warga sakit bronchopneumonia, 2,44 juta warga atau 25,5% mengalami ISPA, 3,5% atau 336 ribu orang mengalami pneumonia, 1,6% atau 153 ribu warga mengalami penyakit paru obstruktif kornis, dan 13% atau 1,2 juta warga mengalami penyakit saluran korona arteri.

"Polusi udara adalah kontributor terbesar dari segala penyakit yang ada. Artinya jika Jakarta mau menyelesaikan penyakit 57% warga salah satu caranya adalah paling tidak harus membereskan persoalan polusi udara," kata Budi.

Sementara itu, dari situs resmi data covid-19 Jakarta yakni corona.jakarta.go.id sampai 26 Juni, terdapat 10.640 kasus covid-19 di Jakarta. Dari jumlah itu, angka kematian Jakarta mencapai 5,9% atau sudah ada 632 orang meninggal dunia. Angka kematian Jakarta lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur.

Per 26 Juni di Provinsi Jawa Timur terdapat 10.901 kasus covid-19 dengan 796 pasien meninggal dunia. Angka kematian Jawa Timur mencapai 7,3%. (OL-13)

Baca Juga: Polusi Udara Sebabkan Kematian Dini

BERITA TERKAIT