27 June 2020, 14:30 WIB

Covid-19 Menyebabkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melambat


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

INSTITUTE for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan bahwa terjadinya pandemi covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi daerah pengalami pelambatan.

Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, mengatakan dampak ekonomi daerah hampir semua daerah gorwth turun, rata-rata pertumbuhan provinsi di Sumatra mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup baik yakni 3,25%.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi daerah merata di seluruh provinsi. Provinsi yang paling merasakan dampaknya kani provinsi yang mengandalkan pemasukan ekonomi warganya dari pariwisata.

"Sementara daerah yang paling terdampak yakni daerah yang mengandalkan pendapatan dari pariwisata. Seperti Provinsi Bali dan Nusa Tenggara hanya mengalami pertumbuhan 0,94%," kata Tauhid saat webinar Strategi Pemulihan Ekonomi Daerah Di Tengah Pandemi di Jakarta, Sabtu (27/6).

Baca juga: Ini 2 Macam UMKM yang Bisa Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu, ekonomi Provinsi Lampung yang mengandalkan sumber daya alam dan pertanian juga mengalami pelambatan, pada triwulan I hanya tumbuh 1,73%.

Tauhid mengatakan realisasi iklim usaha Provinsi Lampung secara umum mengalami penurunan pada triwulan II menurun hingga 0,3% yang sebelum pandemi mengalami kenaikan.

"Bahkan kegiatan ritel pun menurun drastis hingga -2% ini menunjukkan bahwa pandemi ini membuat hit cukup mendalam di ekonomi daerah," ujar Tauhid.

Tauhid menyampaikan bahwa pemerintah harus optimis pada proses recovery yang lebih cepat karena apabila membutuhkan waktu yang lebih lama masyarakat yang mendapatkan upah harian semakin terdampak.

"Jika di analogikan dengan kurva maka pertumbuhan ekonomi daerah berbentuk huruf U bukan V sehingga memakan waktu lebih lama pertumbuhan ekonominya," ungkapnya.

"Kurva U di Provinsi Lampung mengalami pendalaman juga, karena bertumpu pada sektor pertanian. Cukup berat untuk tumbuh, semoga tidak mengalami kurva L yang tidak dapat tumbuh lagi," tambahnya.

Tauhid mengugkapkan optimalisasi dan percepatan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di masing-masing daerah harus membentuk tim ad hoc di setiap bidang.

Identifikasi bottle neck di tingkat daerah dan problem solving dan program pendampingan untuk penguatan PEN. (A-2)

 

BERITA TERKAIT