27 June 2020, 09:45 WIB

Harga Minyak Tertekan Lonjakan Kasus Covid-19


Antara | Ekonomi

HARGA minyak turun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), ketika kasus baru virus korona melonjak di Amerika Serikat dan Tiongkok, dan meningkatnya kekhawatiran peningkatan produksi AS yang semakin cepat sementara stok minyak mentah berada pada rekor tertinggi.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun tipis tiga sen menjadi ditutup pada US$41,02 barel, dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus kehilangan 23 sen menjadi menetap pada US$38,49 per barel. Untuk minggu ini, Brent turun satu persen dan WTI merosot 1,6%.

Keuntungan sebelumnya, didukung oleh optimisme atas peningkatan lalu lintas jalan raya yang meningkatkan permintaan bahan bakar, di tengah kekhawatiran bahwa melonjaknya infeksi covid-19 di negara-negara bagian AS yang mengkonsumsi bensin banyak dapat menghambat pemulihan permintaan.

Kasus-kasus telah meningkat tajam di California, Texas dan Florida, tiga negara bagian AS yang paling padat penduduknya.

Baca juga: Pasar Fokus Lonjakan Kasus Baru Covid-19, Dolar AS Naik Tipis

Jumat pagi (26/6), Gubernur Texas Greg Abbott membatalkan rencana pembukaan kembali negara bagian itu, memerintahkan sebagian besar bar ditutup kembali karena meningkatnya kasus.

Itu dapat merusak peningkatan yang konstan dalam produksi penyulingan, dengan penyuling-penyuling AS sekarang beroperasi di hampir 75% dari kapasitas mereka, menurut data pemerintah.

"Pengusaha-pengusaha menunda pengembalian karyawan mereka ke kantor dan itu akan berdampak pada kembalinya permintaan bensin," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.

Prospek ekonomi global juga telah memburuk atau paling tidak tetap sama pada bulan lalu, kata mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters, dan resesi yang sedang berlangsung diperkirakan akan lebih dalam dari perkiraan sebelumnya.

Survei Federal Reserve Bank Dallas terhadap para eksekutif di wilayah penghasil minyak dan gas AS menemukan lebih dari separuh eksekutif yang memangkas produksi berharap untuk melanjutkan beberapa produksi pada akhir Juli.

Perusahaan energi AS dan Kanada memangkas jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi ke rekor terendah lagi minggu ini, menurut data dari Baker Hughes. (A-2)

BERITA TERKAIT