27 June 2020, 09:15 WIB

Rekor Infeksi Covid-19 di AS Dorong Harga Emas Berbalik Arah


Antara | Ekonomi

HARGA emas berjangka naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berbalik dari penurunan dua hari berturut-turut ketika virus korona tanpa henti menyebar secara global dengan lompatan angka infeksi covid-19 di Amerika Serikat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik US$9,7 atau 0,55%, menjadi ditutup pada US$1.780,30 per ounce.

Emas berjangka turun US$4,5 atau 0,25% menjadi US$1.770,6 per ounce pada Kamis (25/6), dan merosot US$6,9 atau 0,39% menjadi US$1.775,10 per ounce pada Rabu (24/6), setelah melonjak US$15,60 atau 0,88% menjadi US$1.782,00 pada Selasa (23/6).

"Investor menjadi gugup karena kenaikan kasus baru virus korona saat ini dan berhenti dari posisi mereka dalam aset-aset berisiko seperti saham, sementara memarkir investasi mereka dalam emas dan obligasi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Indeks utama Wall Street turun dan imbal hasil obligasi 10-tahun yang menjadi acuan merosot ke level terendah sejak awal Juni, karena Amerika Serikat mencatat rekor baru untuk peningkatan satu hari dalam kasus virus korona.

Namun, angka-angka ekonomi yang dirilis pada Jumat (26/6) relatif positif, membatasi kenaikan emas. Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan pengeluaran konsumen meningkat 8,2% pada Mei; dan menempatkan pendapatan pribadi pada level negatif 4,2% untuk Mei, lebih baik dari yang diperkirakan.

Baca juga: Ditjen Pajak Beri Diskon Pajak Perusahaan Publik, Ini Syaratnya

Emas telah naik 1,4% pada pekan ini, tetapi sedikit mundur dari level tertinggi sejak Oktober 2012 yang dicapai pada Rabu (24/6), karena saingan safe-haven dolar AS mengambil beberapa kilau logam mulia di tengah meningkatnya kasus virus korona.

Lebih dari 9,62 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona baru secara global. Sementara itu Amerika Serikat untuk hari kedua berturut-turut memecahkan rekor kasus baru covid-19, dengan lebih dari 40.000 kasus baru dilaporkan pada Jumat (26/6). Ini membuat para investor khawatir, mendorong mereka ke emas sebagai tempat yang aman.

"Kita mungkin melihat emas menembus level US$1.800... fundamental untuk emas cukup kuat dengan meningkatnya kasus virus corona, belum ada vaksin dan stimulus dari bank-bank sentral utama secara global yang mendorong kekhawatiran inflasi," kata Edward Moya, analis pasar senior pada broker OANDA.

Kebijakan moneter yang longgar dan serangkaian langkah-langkah stimulus oleh bank-bank sentral utama untuk membendung dampak virus telah memicu kekhawatiran inflasi, mendorong harga emas sekitar 16,5% lebih tinggi tahun ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 14 sen atau 0,78%, menjadi ditutup pada US$18,035 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$10,8, atau 1,34%, menjadi menetap pada US$819,3 per ounce. (A-2)

BERITA TERKAIT