27 June 2020, 07:00 WIB

Investor tidak Perlu Khawatir


HILDA JULAIKA | Ekonomi

INVESTOR di pasar modal diminta tidak perlu khawatir setelah ditetapkannya 13 korporasi terkait dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi meminta para investor tidak khawatir dananya akan lenyap terkait dengan penetapan 13 perusahaan manajer investasi (MI) sebagai tersangka.

"Saya belum dapat laporan secara detail. Setahu saya yang dibekukan itu produknya, bukan MI-nya. Reksa dana itu pengelolaannya independen. Kolateral tidak ada di MI, tapi di kustodian. Investor tidak usah khawatir, dananya ada di pihak ketiga," ujar Inarno saat bincang virtual dengan wartawan di Jakarta, kemarin.

Inarno pun menegaskan dalam pengawasan perdagangan di bursa, selama ini BEI selalu mengedepankan keterbukaan informasi dan senantiasa meningkatkan perlindungan terhadap investor. Sementara itu, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian S Manullang mengatakan terkait dengan dugaan keterlibatan 13 MI dalam kasus gagal bayar Jiwasraya, pihaknya tidak menemukan indikasi tersebut dalam pemeriksaan sehari-hari.

"Kita harap ini tidak mengganggu aktivitas di pasar modal. Mereka juga kan baru diduga. Selama ini juga sudah banyak pembekuan-pembekuan. Semoga segera clear," ujar Kristian.

Kejagung pada Kamis (25/6) menetapkan 13 korporasi sebagai tersangka dan juga seorang tersangka baru dalam rangkaian kasus Jiwasraya.

Adapun 13 korporasi tersangka yang disebut sebagai perusahaan manajer investasi ialah PT DN/PT PAJ, PT OMI, PT TPI, PT MD, PT PAM, PT MNCA, PT MAM, PT GAPC, PT JCAM, PT PAAM, PT CC, PT TFI, dan PT SAM.

Potensi kerugian negara akibat 13 korporasi itu diduga sebesar Rp12,157 triliun, yang merupakan bagian dari semua keseluruhan perhitungan kerugian negara yang dirilis BPK beberapa waktu yang lalu sebesar Rp16,81 triliun.

Berjalan biasa

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa OJK menghormati proses hukum yang berlangsung.

"Mengenai penetapan 13 MI menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya, sampai saat ini 13 MI tersebut masih beroperasi seperti biasa karena belum ada pembatasan dari Kejagung," ujar Anto.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia kemarin, aktivitas perdagangan berjalan normal. Bahkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 0,15% atau 7,6 poin ke posisi 4.904.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama, pemicu utamanya lantaran pasar mengapresiasi kenaikan harga komoditas dunia.

"Secara garis besar, market mengapresiasi kenaikan harga komoditas dunia," ujar Nafan kepada Media Indonesia.

Adapun kemarin, Bank Indonesia (BI) mengumumkan kembali memperpanjang kebijakan penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik, dari yang sebelumnya berakhir 30 Juni 2020 menjadi 15 Juli 2020.

"Perpanjangan kebijakan memperhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat serta hasil koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan pelaku industri keuangan," kata Onny. Dengan demikian, untuk BEI, jam perdagangan tetap ditutup 1 jam lebih awal, yaitu pukul 15.00 WIB. (Iam/Ant/E-1)

BERITA TERKAIT