27 June 2020, 06:55 WIB

Imbas Korona, Sertifikasi Tanah pada 2020 Dikurangi


(Hld/E-3) | Ekonomi

MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengatakan pihaknya harus mengurangi target sertifikasi peta bidang tanah 2020 melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu sebagai imbas dari pengurangan anggaran kementerian karena pandemi covid-19.

"Pada tahun ini memang ada penyesuaian anggaran sehingga target 2020 itu terpaksa dikurangi. Tapi untuk 2021 kita akan kembali seperti semula," ujar Sofyan dalam acara penyerahan sertifikat tanah secara virtual, kemarin.

Salah satu daerah yang terdampak ialah Kabupaten Cilacap. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap Yuli Mardiono mengungkapkan target sertifi kasi peta bidang tanah di Cilacap berkurang cukup besar. Target yang awalnya 212.460 bidang tanah menjadi 177.460 bidang tanah.

"Sehubungan dengan adanya saving akibat covid-19, ada perubahan target sebagai berikut untuk peta bidang tanah semula 212.460 bidang tanah menjadi 177.460 bidang tanah, SHAT (sertifi kasi hak atas tanah) semula 155.370 menjadi separuhnya yaitu 75.340. Namun, untuk jumlah desanya tetap 54 desa," paparnya di hadapan Menteri ATR.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur Virgo Eresta Jaya menyampaikan bahwa realisasi PTSL tahun ini di Jatim sebanyak 53,8% atau 4.630 bidang tanah hingga kini. Selain itu, tahun ini Jatim memiliki target tujuh kota akan menjadi kota lengkap yang masyarakatnya memiliki sertifi kat, termasuk Kota Surabaya.

"Dengan begitu, kami harapkan ketertarikan dunia terhadap investasi di Indonesia bisa semakin meningkat," harap Virgo. Dia mengatakan ada 5.126 bidang tanah yang sertifi katnya telah diserahkan kepada masyarakat. Dia menargetkan Juli ini sertifi kasi tanah rakyat untuk periode 2020 bisa dituntaskan. (Hld/E-3)

BERITA TERKAIT