27 June 2020, 06:45 WIB

Baru 4%-10% yang Bertahan Digitalisasi UMKM Rendah


(Hld/E-2) | Ekonomi

MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui baru 4%-10% UMKM dari total 64 juta UMKM yang ada di Indonesia yang bisa langgeng di pasar digital.

Penyebabnya beragam, dari kemampuan penguasaan teknologi pelaku UMKM yang masih rendah hingga kekuatan merespons konsumen secara daring yang juga masih lemah.

"Selain itu, kurang optimalnya proses digitalisasi karena kapasitas produksi UMKM yang masih terbatas. Artinya pelaku UMKM belum bisa memenuhi permintaan (demand) pasar karena kemampuan produksi barang yang terbatas itu," terang Teten dalam perbincangan dengan Media Indonesia, kemarin.

Kualitas produk, sambungnya, juga masih jadi persoalan. Pelaku UMKM banyak yang masih belum bisa mempertahankan kualitas produk dengan konsisten.

"Kalaupun sudah konsisten, pelaku UMKM juga masih belum bisa membangun brand image atas produk mereka. Padahal produk mereka sudah berkualitas," imbuhnya. Untuk memecahkan persoalan tersebut, Teten mengutarakan sejumlah strategi agar UMKM bisa terhubung ke marketplace online. Di antaranya dengan menggelar pendidikan dan pelatihan, pendampingan dan kerja sama dengan ekosistem digital, memberikan konsultasi dan pendampingan bagi UMKM, serta melakukan inkubasi pemasaran digital para pelaku UMKM agar bisa memasarkan produk mereka secara online.

"Saat ini baru 13% yang sudah terhubung dengan marketplace online, atau baru 8 juta pelaku UMKM. Target kita 10 juta di akhir 2020," pungkasnya. Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Rimba Rachman mengatakan pihaknya punya program Kakak Asuh UMKM. "Kami mengembangkan program Kakak Asuh UMKM (KAU) yang telah sukses secara digital untuk mengangkat beberapa adik asuh guna didampingi," ujarnya. (Hld/E-2)

BERITA TERKAIT