27 June 2020, 05:54 WIB

112 Daerah Zona Hijau, 188 Wilayah Berisiko Rendah


Fer/X-6 | Humaniora

DI tengah perkembangan pandemi covid-19 nasional yang kurvanya belum juga mendatar, banyak daerah di Tanah Air yang ternyata mampu bertahan dari serbuan virus tersebut. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau Gugus Tugas Nasional mengategorikan wilayah-wilayah itu sebagai zona hijau dan kawasan berisiko rendah.

Sebanyak 112 wilayah kabupaten dan kota dilaporkan masuk daftar zona hijau. Adapun 188 wilayah masuk daftar yang disebut daerah dengan risiko rendah.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Kamis (25/6) malam, menjelaskan zona hijau memiliki dua kriteria. Pertama, daerah itu tidak memiliki kasus covid-19. Kedua, di daerah tersebut pernah terdapat kasus covid-19, tapi selama 4 pekan tidak ada lagi kasus karena terjadi kesembuhan 100%.

Dari total 112 wilayah zona hijau, ada 74 kabupaten/kota yang masuk kategori belum pernah atau tidak ada kasus positif. Sisanya merupakan wilayah yang sebelumnya masuk zona oranye (tingkat risiko sedang) atau kuning (risiko rendah), tapi mampu berubah menjadi hijau karena selama 4 pekan tidak ada lagi penambahan kasus baru.

Sebanyak 38 daerah di sejumlah provinsi dilaporkan telah mampu meredam covid-19 dan menjadi kabupaten/kota zona hijau. “Artinya, pada kabupaten ini dahulunya ialah dari zona oranye atau kuning yang mampu untuk berubah menjadi hijau karena selama 4 minggu tidak ada penambahan kasus baru,” kata Wiku.

Terkait 188 wilayah yang masuk daftar kabupaten/kota dengan risiko rendah, anggota Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Dewi Nur Aisyah, menjelaskan ada 15 indikator kesehatan masyarakat untuk menentukan status tersebut. Ke-15 indikator terdiri atas epidemiologi sebanyak 11 indikator, surveilens kesehatan masyarakat 2 indikator, pelayanan kesehatan 2 indikator, dan persentase kasus sembuh 1 indikator.

“Persentase kasus sembuh dipergunakan untuk menghitung sudah berapa banyak yang terpapar covid-19 dan kemudian dapat sembuh di sebuah wilayah,” jelas Dewi.

Ia menambahkan, semakin baik angkanya atau mendekati 100%, kian tinggi pula skor penilaian. Setiap indikator menghasilkan penilaian yang akan menentukan kategori risiko. Pada kategorisasi risiko, gugus tugas telah menentukan menjadi empat zona risiko yang dideskripsikan dengan warna. Zona risiko menjelaskan tingkat risiko tinggi (merah), sedang (oranye), rendah (kuning), dan tidak ada kasus (hijau). (Fer/X-6)

BERITA TERKAIT