27 June 2020, 05:48 WIB

Perkuat Kemitraan Kelompok ASEAN


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menyerukan kepada negara- negara ASEAN agar memperkuat kerja sama untuk memulihkan ekonomi di kawasan. Presiden menekankan pentingnya menghidupkan kembali konektivitas di kawasan untuk memacu pemulihan ekonomi.

“Presiden menyampaikan pentingnya seluruh negara ASEAN bekerja lebih keras agar ekonomi kawasan dapat tumbuh kembali secara lebih cepat. Untuk dapat menumbuhkan kembali ekonomi ASEAN, Presiden menekankan konektivitas,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers seusai mendampingi Presiden Jokowi mengikuti KTT ASEAN virtual di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

Dalam pidato di pembukaan KTT Ke-36 ASEAN itu, Jokowi menekankan dua hal utama. Pertama, pentingnya ASEAN memperkuat kerja sama percepatan pemulihan ekonomi. Ia mengingatkan bahwa situasi ekonomi global saat ini terpuruk akibat pandemi korona.Laporan dari IMF, misalnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan merosot dari -3% menjadi -4,9%.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi di ASEAN, Jokowi menekankan konektivitas kawasan sebagai kuncinya. Konektivitas barang, jasa, ataupun pelaku ekonomi sebaiknya sesegera mungkin dihidupkan.

“ASEAN perlu mulai melakukan pengaturan ASEAN travel corridor secara hati-hati, terukur, dan bertahap. Dimulai dengan essential bussiness travel corridor berdasarkan protokol kesehatan yang ketat,” ucap Retno.

“ASEAN travel corridor ini penting, selain untuk percepatan ekonomi sekaligus menunjukkan arti strategis ASEAN di kawasan maupun di mata dunia. Presiden mengatakan hendaknya para pemimpin ASEAN menugasi para menteri membahas ASEAN travel corridor ini,” imbuh Retno.

Kedua, Jokowi menekankan pentingnya penguatan kerja sama kawasan untuk mengembalikan harapan terhadap multilateralisme yang efektif, efi sien, dan berkeadilan.

“Presiden kembali menggarisbawahi pentingnya terus memperkukuh ASEAN outlook on the Indo-Pacific yang mengedepankan inklusivitas, kerja sama, rule-based order, dan confi dence building,” jelas Retno.

Meski menghadapi tantangan berat, lanjut Retno, Presiden Jokowi menyerukan optimisme kepada negara-negara ASEAN agar secara bersama-sama bisa melewati masa sulit ini. Fondasi ASEAN yang telah berdiri puluhan tahun diyakini kuat untuk menghadapi guncangan akibat pandemi.

Di tengah rivalitas kekuatan besar dunia yang semakin meningkat di masa pandemi, Presiden juga mengingatkan agar ASEAN jangan menjadi arena pertarungan politik global.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi mengatakan, terlepas dari pandemi, penyelenggaraan KTT ASEAN kali ini menjadi demonstrasi nyata solidaritas dan kepemimpinan ASEAN.

“Kami mengharapkan upaya kolaboratif yang lebih besar dalam berbagi informasi dan pengetahuan, tidak hanya di bidang pengembangan medis, tetapi juga dalam kebijakan domestik terkait keamanan sosial dan kesehatan, mengingat dampak luas covid-19 pada masyarakat,” kata Lim Jock Hoi seperti dikutip dari situs ASEAN.

Kasus meningkat

Penyebaran covid-19 saat ini masih meluas di ASEAN. Jumlah kasus di Indonesia ialah yang tertinggi, diikuti Singapura dan Filipina. Berdasarkan data Worldmeter dan ASEAN Briefi eng kemarin, Indonesia mencatat total nasional 51.427 kasus infeksi dan 2.683 kematian.

Adapun Singapura mengalami 42.955 infeksi dan 26 kematian. Total infeksi di Filipina menjadi 34.073 kasus dan 1.224 kematian. Negara tetangga Malaysia memiliki 8.606 kasus infeksi dan angka kematian nasional tetap 121. (Hym/X-11)

BERITA TERKAIT