27 June 2020, 03:15 WIB

Menjaga Bumi Lebih Baik


Fetry Wuryasti | Teknologi

PANDEMI covid-19 mengajari banyak orang di seluruh dunia untuk mengubah cara hidup mereka. Mulai dari hidup lebih resik, atau bahkan hingga beralih ke gaya hidup berkelanjutan (sustainable) yang lebih ramah bagi Bumi.

Banyak orang, misalnya, kini mulai gemar berkebun, pun bepergian dengan bersepeda. Nah, kalau untuk membantu kita mengadopsi gaya hidup berkelanjutan, beberapa aplikasi di bawah ini bisa dimanfaatkan.


AirVisual

Langit biru yang dilihat masyarakat Ibu Kota dan sekitarnya selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ialah dampak membaik nya kualitas udara setempat.  Itu pun terefleksi dalam data yang direkam aplikasi AirVisual, yang menunjukkan angka kualitas udara Jakarta berada pada rentang 51-100. Namun, ketika para pekerja sudah kembali beraktivitas dalam kenormalan baru, terpampang kualitas udara di Jakarta kembali dalam kisaran 151-200, yang artinya tidak sehat bagi paru-paru Anda.

Aplikasi yang bisa diunduh di Play Store ini akan memudahkan Anda mengetahui kondisi kualitas udara di sekitar lingkungan Anda, dan aktivitas yang sesuai. Siapa tahu, itu juga bisa memotivasi Anda untuk lebih banyak menanam pohon dan mengurangi emisi karbon dari kendaraan pribadi.


Ecosia

Gemar menjelajah di dunia maya? Anda mungkin bisa mempertimbangkan Ecosia sebagai mesin peramban Anda. Ecosia beroperasi di sistem Android maupun iOS. Anda bisa pula mengunduh aplikasi ekstensi untuk Mac dan Google Chrome, serta Firefox.

Ketika Anda memakai search engine-nya, aplikasi yang berbasis di Jerman ini menginvestasikan pendapatan iklan yang ia peroleh untuk penanaman pohon di sejumlah negara yang dinilai membutuhkan, seperti Indonesia, Haiti, Nikaragua, atau Kenya.

Sejak 2009, Ecosia mengklaim telah menanam kurang lebih 98,5 juta pohon. Secara berkala, Ecosia menginformasikan laporan keuangan mereka, berikut proyek-proyek penanaman pohon yang dilakukan bersama mitra lokal ataupun proyek sosial ekonomi lain dengan komunitas setempat. Lebih lanjut, Ecosia pun mengklaim operasional mereka menggunakan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya.


 

Mall Sampah, Mountrash

Bingung mau dikemanakan sampah Anda? Coba aplikasi Mall Sampah untuk Android dan iOS. Aplikasi ini mendorong gerakan daur ulang, seperti juga aplikasi Mountrash, atau Plastic Pay.

Aplikasi-aplikasi itu menghubungkan produsen sampah (rumah tangga, kantor dan bisnis) dengan kolektor terdekat, agar lebih mudah bertransaksi material/ sampah daur ulang (recyclable). 

Pada MallSampah, Anda bisa meminta penjemputan sampah di aplikasi, kolektor terdekat akan menjemput dan membayar sampah Anda. Sementara itu, pada Mountrash, pembayaran untuk setoran sampah yang akan didaur ulang bisa berupa pulsa dan token listrik.

Anda juga bisa melihat kisaran harga dari setiap jenis sampah yang akan dijual, dan memantau laporan daur ulang secara realtime di aplikasi.


 

Deedster

Tanpa sadar apa yang kita makan dan kerjakan menghasilkan jejak karbon/emisi. Data dari jurnal Nature Climate Change, emisi di bumi berhasil turun 17% selama masa karantina akibat pandemi covid-19. Namun, itu hanya sementara lantaran terhentinya aktivitas transportasi dan industri.

Sejumlah emisi timbul dari pengolahan makanan. Maka itu, aplikasi Deedster di iOS mengajak konsumen lebih sadar apa yang dimakannya. Pertama, aplikasi akan menanyakan apakah Anda mengonsumsi daging atau ikan atau vegetarian.  Mereka juga akan menanyakan frekuensi Anda memakan daging merah, daging ayam, ikan, dan daging babi. Lalu, aplikasi menanyakan seberapa sering Anda membeli produk berlabel ramah lingkungan atau produksi lokal, transportasi apa yang Anda pakai, bagaimana sumber daya listrik di rumah, belanjaan elektronik apa saja yang Anda beli setahun terakhir, berapa banyak pakaian dan kosmetik yang dibeli dalam 3 bulan terakhir, dan barang apa saja yang Anda coba untuk daur ulang.

Kemudian aplikasi akan memberikan scoring seberapa besar emisi yang kita hasilkan dan memberi opsi tantangan yang bisa kita lakukan untuk tidak menghasilkan sampah, plus mengundang teman serta keluarga untuk bersama melalui tantangan tersebut.


 

Less

Less ialah kalkulator emisi dari konsumsi makanan yang bisa didapat di App Store. Aplikasi ini cenderung lebih ketat. 

Bahkan bila dalam 7 hari terakhir Anda meng-input dua kali makan daging ayam dan 3 kali makan ikan, peringatan langsung keluar. Anda baru boleh makan lagi aneka varian daging di pekan depan.

Dengan total makanan yang mungkin kita pikir sedikit itu, aplikasi ini menjabarkan bahwa kita telah menghasilkan emisi setara 5,9 km perjalanan mobil, membuang 163 liter air, dan merusak 0,01 meter persegi hutan hujan Amazon.


 

JouleBug

Aplikasi interaktif ini memungkinkan Anda bekerja kelompok menyelesaikan tantangan dan mendapat poin dengan tujuan menciptakan keberlangsungan lingkungan alam.

Kegiatan pemula dimulai dari memadamkan lampu dan listrik yang tidak diperlukan ketika Anda meninggalkan ruangan, membuang sampah ke keranjang sampah yang benar (memilah sampah), seberapa sering Anda mengisi ulang botol minum yang bisa digunakan kembali, hingga semaksimal apa Anda menggunakan telecommuting seperti Zoom, Skype, dan Google Hangout untuk mengurangi emisi dari bepergian ke
kantor. (M-2)

BERITA TERKAIT