26 June 2020, 23:46 WIB

PSBB Bogor-Depok-Bekasi bakal Dievaluasi Pekan Depan


Dede Susianti | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mengevaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di lima wilayah yang berbatasan dengan DKI Jakarta pada pekan depan.

Kelima wilayah itu ialah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok. Sedangkan secara lingkup Provinsi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut PSBB Jabar telah berakhir pada 25 Juni.

"Pengumuman pertama yang perlu diketahui, PSBB level provinsi sudah selesai dan tidak diperpanjang,"jelas pria yang akrab disapa Emil itu saat meninjau pelaksanan tes cepat (rapid test) antigen Covid-19 di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jumat (26/6) sore.

Emil menambahkan, evaluasi PSBB di Bodebek akan dilakukan pada 4 Juli mendatang. Di Jabar sendiri, ujarnya, angka reproduksi virus SARS-CoV 2 penyebab Covid-19 (Ro) telah berada di bawah satu selama 6 minggu. Kapasitas rumah sakit pun kini semakin teratasi dengan persentase 27 persen dari tempat tidur yang tersedia

"Jadi, masuk kategori masih terkendali. Di rumah sakit juga tinggal 27 persen. Kita berharap mudah-mudahan terkendalinya ini, adaptasi kebiasaan baru atau new normal bisa pelan-pelan diterapkan,"katanya.

Kendati demikian, Emil menegaskan pihaknya tidak mengurangi kewaspadaan. Salah satunya dengan menghadirkan mobil PCR pada setiap pelaksanaan tes rapid.

Baca juga : Kang Emil Imbau Warga Jakarta Jangan Dulu Ke Puncak

"Jadi kalau 10 menit, ada yang reaktif, langsung belok ke mobil yang ada tes swab. Sehingga hari ini ketahuan, tidak usah pulang dulu," terangnya.

Pemprov Jabar, lanjut Emil, kini juga sedang masuk dalam proses adaptasi kebiasaan baru (AKB). Pemprov akan menggencarkan penelusuran infeksi virus korona tipe baru di 3 tempat yang dianggap bisa jadi episenrtrum penularan, yaitu pasar tradisional, destinasi wisata, dan transit transportasi seperti terminal dan stasiun.

Sementara itu, pelaksanaan rapid tes yang dilakukan tim dari Gugus Tugas Jabar d Stasiun Bogor menyasar penumpang kereta rel listrik (KRL).

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan, dari hasil laporan yang diterimanya, dari ratusan sampel yang tes rapid, hasilnya ada yang delapan yang menunjukkan reaktif. Terhadap mereka pun langsung diarahkan dan dilakukan tes swab.

"Dari 500 sampel, ada delapan yang reaktif dan langsung dilakukan swab test. Semoga hasilnya negatif," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT