27 June 2020, 00:10 WIB

Persembahan Klopp untuk Liverpudlian


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

RIBUAN Liverpudlian sebutan fan Liverpool tumpah ruah di luar Stadion Anfield. Mereka menari, menyanyikan lagu terkenal klub, You’re Never Walk Alone, menyalakan flare, dan menembakkan kembang api ke langit Kota Liverpool.

Bukan selebrasi seusai kemenangan pasukan Juergen Klopp karena tak ada laga saat itu dan penonton juga tak boleh masuk ke stadion. Akan tetapi, fan merayakan gelar yang telah dinanti-nanti selama 30 tahun.

Salah satu fan Liverpool, David Taylor, 65, yang menjadi saksi Sir Kenny Dalglish mengangkat trofi pada musim 1989/1990 mengatakan tak ada yang lebih melegakan mengakhiri penantian tiga dekade.

“Luar biasa. Kami melakukannya sekarang. Saya lebih senang dari generasi muda saat ini, seperti cucu saya yang belum pernah melihat klub mengangkat trofi liga,” kata Taylor.

Kemenangan Chelsea 2-1 atas juara bertahan Manchester City, kemarin dini hari, membuat Liverpool resmi dikukuhkan sebagai juara Liga Primer Inggris musim ini. Gelar liga ke-19 atau yang pertama di era Liga Primer Inggris itu menjadi monumental karena menunjukkan superioritas the Reds, julukan Liverpool, sebagai penguasa Inggris. Unggul 23 poin dengan 7 laga tersisa menunjukkan Liverpool tak tertandingi musim ini.

Penantian panjang rasanya sangat sulit tidak dirayakan meski ada imbauan jaga jarak dan larangan berkumpul dalam jumlah besar. Bahkan, kepolisian Merseyside juga tidak berupaya membubarkan perayaan yang emosional itu.

“Sejumlah orang memilih berkumpul di luar stadion, tetapi mereka menunjukkan sikap yang baik,” ucap Asisten Kepala Polisi Constable Rob Carden dilansir dari BBC.

Selain fan, sejumlah pemain Liverpool, seperti Alisson, Virgil van Dijk, Alex Oxlade-Chamberlain, dan Roberto Firmino juga menonton laga Chelsea melawan Manchester City.

Saat Willian mencetak gol kemenangan Chelsea melalui titik putih, van Dijk dan kolega bersorak. Ini berarti mereka telah menjadi juara tanpa harus mengalahkan tuan rumah Manchester City di Stadion Etihad, pekan depan. The Reds akan mendapatkan guard of honour sebagai juara.


Gegenpressing

Gelar juara ini tentu tak lepas dari tangan dingin Juergen Klopp. Klopp yang menggantikan Brendan Rodgers pada Oktober 2015 datang dengan sejumlah masalah dan mentalitas tim yang rapuh karena selalu gagal kembali berjaya di tanah Inggris.

“Kami harus menepis keraguan dan menjadi orang yang optimistis,” ungkap Klopp saat perkenalan menjadi manajer Liverpool saat itu. Empat setengah tahun kemudian, Klopp membuktikan menjadi penantang sejati. Liverpool mulai menemukan irama gegenpressing ala Klopp yang membuat lawan tak berkutik.

Hasilnya, runner up liga musim lalu dapat terobati dengan trofi Liga Champions. Musim ini, Klopp membawa Liverpool mengangkat trofi Liga Primer Inggris plus Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Eropa.

“Saya tidak bisa berkatakata. Ini hal terbaik yang saya bisa bayangkan dan bahkan lebih dari yang saya impikan. Saya tak bisa memikirkan ini bisa terjadi,” ungkap Klopp yang tidak bisa menahan tetes air mata ketika diwawancarai Sky Sports pada beberapa menit selepas laga Chelsea melawan City.

Klopp pun menegaskan gelar Liverpool untuk sang pemuja klub. “Malam ini untukmu yang di luar sana,” tegas Klopp. (AFP/BBC/Skysports/R-2)
 

BERITA TERKAIT