26 June 2020, 21:48 WIB

16.000 Guru dan Orang Tua Ikuti Webinar Daring


Retno Hemawati | Humaniora

Merebaknya penyebaran Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini, menjadi perhatian besar bagi pemerintah untuk melakukan langkah preventif sebagai upaya untuk mengurangi jumlah presentase persebaran virus di beberapa wilayah di Indonesia khususnya di sektor pendidikan.

Mendikbud Nadiem mendukung sepenuhnya implementasi kegiatan belajar mengajar agar dapat dimaksimalkan dalam jaringan atau secara daring, demi menjaga keamanan dan keselamatan semua warga sekolah, guna memastikan para siswa dapat terus belajar berdasarkan target yang telah ditetapkan oleh guru dan sekolah masing-masing.

Dampak Covid-19 terhadap KBM di sekolah dengan diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyebabkan para guru diharuskan menggunakan platform e-learning secara masif, aktif dan efektif untuk tetap menjaga berjalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara maksimal.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim Quipper, tercatat hampir 1.500 koresponden yang terdiri dari orang tua dan guru ingin mendapatkan arahan tentang pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar serta peran orang tua dalam membimbing anak-anaknya selama masa belajar dari rumah.

Untuk menjawab hal tersebut, Quipper telah mengadakan webinar pada tanggal 22 dan 24 Juni 2020 dengan tema pemanfaatan teknologi dalam proses mendidik dan keterlibatan orang tua selama masa pembelajaran daring. Webinar ini menghadirkan narasumber-narasumber terpercaya dari Kemendikbud, konsultan psikolog pendidikan, staf ahli menteri, serta dari kalangan profesional. Live streaming webinar yang diselenggarakan dengan tema tersebut telah ditonton oleh lebih dari 16.000 viewer dari seluruh Indonesia melalui youtube channel Quipper dalam kurun waktu 3 hari.

Salah satu narasumber dari sesi webinar Quipper yaitu Dra. Santi Ambarrukmi, M.Ed, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Dia menuturkan pandangannya tentang menghadapi tahun ajaran baru yang mengharuskan sekolah memberlakukan proses belajar dari rumah menggunakan teknologi.

“Sudah waktunya kita dapat memanfaatkan teknologi yang menjadi syarat untuk mengadaptasikan proses pembelajaran dengan memperhatikan kesiapan satuan pendidikan serta sarana dan prasarana untuk mendukung proses belajar,” ujar Santi.

Hal lainnya yang juga perlu dipertimbangkan adalah dibutuhkannya pendampingan yang luar biasa kepada guru, anak, serta orang tua terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi selama pembelajaran jarak jauh. Dr. H. Itje Chodidjah, MA - Praktisi dan Konsultan Pendidikan juga turut memberikan pandangannya terhadap pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses belajar siswa.

“Situasi The Power Of Kepepet yang terjadi saat ini membuat guru dan siswa berbondong-bondong menggunakan teknologi untuk proses pembelajaran serta sebagai alat yang dapat mempercepat kesiapan anak-anak agar kelak lebih siap dalam menghadapi tantangan dimasa depan yang mengharuskan mereka lebih terampil dalam memanfaatkan teknologi.” Ujar Ibu Itje.

Ruth Ayu Hapsari, Business Development Manager Quipper Indonesia, menambahkan bahwa saat ini online learning platform menjadi salah satu alternatif yang utama untuk menunjang sistem pembelajaran dari rumah yang diharapkan dapat membantu para orang tua dan guru agar lebih mudah menerapkan sistem kegiatan belajar mengajar.

“Ketika siswa, guru, dan orang tua, harus tetap berada di rumah, keterbatasan peran orang tua dalam melakukan pendampingan menjadi salah satu tantangan proses belajar dari rumah.  Maka salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu para orang tua adalah dengan memanfaatkan platform belajar online yang dapat digunakan secara kolaboratif antara guru, siswa, dan orang tua,” ujar Ayu.

Melalui pemanfaatan teknologi online learning yang tersedia saat ini, diharapkan dapat membantu para guru, siswa dan orang tua dalam memaksimalkan peran dan sistem belajar dari rumah, agar siswa lebih termotivasi dan mendapatkan hasil akhir yang maksimal. (RO/OL-12)

BERITA TERKAIT