26 June 2020, 21:36 WIB

Kenormalan Baru Bawa Perekonomian ke Arah Positif


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

SEJAK diberlakukannya masa kenormalan baru (new normal), geliat masyarakat kian tumbuh ke arah yang positif. Itu bersamaan dengan fundamental dan sentimental perekonomian yang mendapatkan momentum positif.

"Perkembangan nilai tukar Rupiah dan IHSG menguat. Capital flow juga mulai kembali masuk ke Indonesia," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip dari keterangan resmi, Jumat (26/6).

Menurutnya, beberapa sektor mulai bergerak naik seperti otomotif, pertambangan, bahan bangunan, jasa keuangan, teknologi informasi, alat berat, permesinan, pengepakan dan pembangkit energi.

Bahkan, lanjut Airlangga, ada sektor tertentu yang kinerjanya tidak terpengaruh dan justru meningkat yakni rokok dan tembakau, makanan pokok, batubara, farmasi dan alat kesehatan, serta minyak nabati.

"Minyak Nabati ini terutama Crude Palm Oil (CPO) karena kita berhasil membuat program B-30. Maka, inilah sektor-sektor yang dapat menghela Indonesia untuk recover lebih cepat," terangnya.

Airlangga menambahkan, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Summit ke-36 yang juga diselenggarakan hari ini, seluruh negara menyampaikan pentingnya upaya mendorong kenormalan baru, serta pemulihan dan reset ekonomi.

"Dalam KTT ASEAN tadi, semua menyampaikan hal yang sama bahwa sudah masuk di dalam era new normal dan mendorong bagaimana melakukan reset ekonomi," ungkapnya.

Baca juga : Harga Komoditas Global Membaik, IHSG Ditutup Menguat

Selain itu, lanjut Airlangga, berbagai negara sudah sepakat bahwa vaksin untuk covid-19 adalah public goods. Artinya, vaksin tersebut jangan sampai mengenakan Intelectual Property Rights, melainkan diharapkan tersedia untuk kemanusiaan.

"Jadi, begitu vaksin ditemukan, maka baik itu Singapura, Vietnam, maupun Indonesia juga diharapkan bisa mempersiapkan fasilitas manufaktur agar solidaritas ASEAN ini bisa terjaga dan kita bisa sama-sama menghentikan pandemi covid-19 sekaligus untuk me-restart perekonomian," tutur Airlangga.

Adapun 3 program dan kebijakan di bidang perekonomian yang akan ditempuh pemerintah yakni Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Program Exit Strategy yaitu pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan kenormalan baru, serta Reset dan Transformasi Ekonomi untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

Airlangga menegaskan, dalam upaya penanganan covid-19 ini, pilar pertama yang menjadi prioritas pemerintah ialah kesehatan, diikuti pilar sosial, ekonomi dan keuangan. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT