26 June 2020, 21:28 WIB

Parlemen Belgia Serukan Sanksi Terhadap Israel


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PARLEMEN Belgia, Jumat (26/6), dengan suara mayoritas mengeluarkan resolusi mendesak pemerintah untuk bertindak untuk mencegah Israel dari secara sepihak mencaplok bagian Tepi Barat.

Resolusi juga menyerukan pemerintah untuk secara aktif mengadvokasi langkah-langkah hukuman Eropa terhadap Israel jika melanjutkan rencana kontroversialnya.

Parlemen Brussels pada awalnya juga dijadwalkan untuk membahas dan memberikan suara pada mosi yang menyerukan pengakuan negara Palestina, tetapi ini ditunda karena amandemen menit terakhir.

Resolusi tentang pencaplokan Israel atas wilayah-wilayah pendudukan di Palestina diusulkan oleh tiga politikus dari Partai Hijau, disahkan dengan 101 suara 'ya' dan 39 abstain. Tidak ada yang memberikan suara menentang.

Resolusi mendesak pemerintah Perdana Menteri Sophie Wilmès untuk mengambil inisiatif dengan negara ketiga, di tingkat Eropa, dan multilateral, untuk mencegah Israel menganeksasi wilayah Palestina.

Baca juga : Hamas Peringatkan Aneksasi Tepi Barat adalah Deklarasi Perang

Resolusi lebih lanjut menyerukan Brussels untuk memainkan peran utama dalam merumuskan daftar langkah-langkah efisien yang diarahkan untuk menanggapi secara proporsional terhadap setiap pencaplokan wilayah Palestina yang diduduki.

Uni Eropa dan banyak negara anggotanya dengan keras menentang rencana Israel mencaplok hingga 30% Tepi Barat pada 1 Juli.

UE membutuhkan konsensus di antara 27 negara anggota untuk menerapkan sanksi signifikan terhadap Israel, tetapi beberapa negara seperti Hongaria dan Austria secara luas diperkirakan akan memveto tindakan keras terhadap negara Yahudi tersebut.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ingin memperluas kedaulatan Israel pada pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Rencana itu dikutuk keras oleh Palestina, sejumlah negara Arab, dan negara-negara asing lainnya.

Kabinet PM Netanyahu secara resmi mulai membuka pembahasan mengenai rencana pendudukan paksa/aneksasi, Rabu (24/6). Dikabarkan Israel menghendaki 30 persen luas Tepi Barat masuk ke bagian Israel, (Times of Israel/OL-2)

BERITA TERKAIT