26 June 2020, 19:32 WIB

Siaga Darurat Karhutla, Sumsel Rutin Lakukan TMC


Dwi Apriani | Nusantara

SEBAGAI upaya mencegah terjadinya bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, peralatan dan perlengkapan pemadaman karhutla sudah siap. Tercatat saat ini sudah ada sepuluh unit helikopter dan pesawat pantau yang telah ada di Sumsel.

Hal itu selaras dengan sudah ditetapkannya status siaga darurat bencana asap akibat karhutla yang dikeluarkan Gubernur Sumsel pada 20 Mei 2020 lalu.

"Sekarang kita memang sudah ditetapkan status siaga karhutla. Saya juga sudah laporkan kepada Pak Gubernur untuk persiapan 10 helikopter dan pesawat pantau," kata Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, Kolonel Pnb Firman Wirayuda, Jumat (27/6).

Dikatakan Firman, setelah ditetapkan siaga karhutla Lanud sebagai Satgas Udara telah beraktivitas. Salah satunya adalah kegiatan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di langit Sumsel.

"Jadi kita bukan bicara persiapan lagi, tapi sudah pelaksanaan 1 bulan. Memang kita sudah diprediksi BMKG kemarau ini mulai pertengahan Juni. Jadi 2 minggu sebelum itu kita buat TMC supaya gambut ini tetap lembab," katanya.

Untuk penanganan Karhutla sendiri, Lanud berusaha penanganan dilakukan sejak dini. Di mana titik api yang terpantau langsung dipadamkan baik melalui darat dan udara.

"Jangan nunggu api besar, kalau ada api langsung padamkan. Karena kalau sudah meluas ini nanti sulit dipadamkan," tegas Firman.

Baca juga : KKP Tangkap Dua Kapal Asing Pencuri Ikan di Laut Natuna

Khusus untuk TMC, tercatat sudah ada 30 ton lebih garam ditebar dari pesawat TNI. Khususnya di wilayah rawan seperti Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.

Sementara terkait penanganan karhutla di musim pandemi covid-19, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Personel dan fasilitas pendukung disiapkan di Baseops selama 24 jam.

"Semua kami siapkan peralatan sesuai standar covid-19. Klinik juga kita siapkan untuk penanganan covid-19," katanya.

Dijelaskan Firman, pihaknya juga menurunkan 211 orang personil. Selain itu , selama pencegahan Karhutla, patroli dilakukan setiap hari, sehingga titik hot spot sekecil apapun akan terpantau.

Terkait area rawan kahutla, Firman mengatakan yakni wilayah utara mendekati Jambi itu Muba dan OKU juga rawan.

‘’TMC sehari kita bisa taburkan 1,6 ton garam NHCL dengan menggunakan pesawat Cassa 212. Dengan melihat kondisi cuaca kelembaban harus di atas 60 sampai 80 persen. Ada awan Sidi baru bias kita semai, karena kalau tidak tidak akan terjadi hujan,’’ pungkasnya. OL-2)

 

 

 

BERITA TERKAIT