26 June 2020, 19:00 WIB

Kemkominfo Terus Bangun Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah 3T


mediaindonesia.com | Humaniora

Meskipun pandemi masih belum mereda, BAKTI Kemkominfo terus membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah-wilayah prioritas pembangunan (tertinggal, terdepan, terluar (3T). BAKTI Kemkominfo meyakini bahwa infrastruktur digital merupakan penopang ekonomi masyarakat sekaligus pondasi untuk penciptaan generasi muda yang kompetitif.

Hal ini terungkap saat Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau sekaligus meresmikan beberapa titik utilisasi akses internet di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan akses internet yang diresmikan Menkominfo ini digelar oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo, di Puskesmas Demon Pagong Larantuka, SMPN 1 Adonara Tengah, dan Kantor Desa Woloklibang. Dalam rangkaian peresmian ini Menkominfo melakukan audiensi dengan masyarakat Woloklibang.

“Penggelaran layanan di lokasi yang susah dijangkau ini didorong oleh misi Kemkominfo untuk mendukung adaptasi kebiasaan baru secara merata ke seluruh negeri. Sektor komunikasi dan informatika merupakan salah satu sektor yang dalam masa pandemi ini justru harus bekerja lebih keras memastikan bahwa produktivitas masyarakat selama masa pembatasan sosial berskala besar ini tetap terjaga. Melalui pemanfaatan teknologi telekomunikasi dan informasi digital masyarakat diharapkan tetap dapat melangsungkan aktivitasnya dengan lancar. Oleh sebab itu, Kominfo melalui BAKTI tak berhenti dalam menggelar pembangunan layanan dan perawatan jaringan telekomunikasi dan informasi di seluruh pelosok negeri,” papar Menteri Johnny.

“Selain instansi pendidikan dan pusat-pusat kesehatan, Kementerian Kominfo juga menyediakan internet untuk kantor-kantor desa seperti di Woloklibang ini, dengan harapan akan tercipta layanan pemerintahan yang lebih cepat, efisien, dan akurat. Internet yang cepat akan mendorong percepatan layanan pemerintah daerah dan pendidikan menjadi semakin kompetitif menuju masyarakat digital,” harap Menkominfo.

Hingga Juni 2020, akses internet yang dibangun BAKTI telah menjangkau lebih dari 7.764 lokasi di seluruh Indonesia dan masih akan terus bertambah. Untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat 133 lokasi BTS dan 753 lokasi akses internet (AI) yang telah dibangun oleh BAKTI Kemkominfo.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAKTI Kemkominfo karena untuk Kabupaten Flores Timur, BAKTI telah membangun 5 BTS dan 38 lokasi akses internet di sekolah, puskesmas, kantor desa, kantor layanan publik, dan lokasi wisata. Kami berharap dengan kerja sama ini kami bisa menuntaskan seperempat wilayah Flores Timur lainnya,yang karena medan topografis yang sulit, terpaksa belum terjangkau sinyal seluler hingga saat ini,” tutur Antonius Hadjon, Bupati Flores Timur.

Bagi BAKTI Kemkominfo, pembangunan layanan akses internet dilakukan dengan pendekatan 'Indonesia Connect' untuk mendorong setiap lapisan masyarakat dapat terlayani oleh pembangunan jaringan TIK dan memanfaatkan hasil pembangunan TIK untuk peningkatan produktivitas serta kesejahteraan mereka.Pandemi Covid-19 semakin mengakselerasi terciptanya tatanan baru masyarakat yaitu masyarakat digital yang mengharuskan masyarakat untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah sehingga memerlukan kanal telekomunikasi yang memadai.

Ruang fisik yang menjadi ajang permainan (playground) generasi ini telah semakin bergeser menjadi ruang digital. Menyadari bahwa ekosistem digital hanya dapat berkembangan dengan keberadaan internet cepat, pemerintah terus membangun infrastruktur telekomunikasi untuk menghubungkan sebanyak-banyaknya sekolah dan pusat kesehatan di Indonesia dengan jaringan internet, yang akan direalisasikan secara bertahap.

Sumber daya manusia adalah faktor kunci keunggulan suatu bangsa. Melalui kehadiran internet, kesempatan terhadap akses ilmu pengetahuan akan merata sehingga bibit-bibit unggul dari daerah dapat mendapat kesempatan yang sama untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun global. Kini semakin banyak aplikasi dan platform yang menawarkan proses belajar mengajar melalui internet yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik. Dalam kesempatan ini, BAKTI Kemkominfo menyelenggarakan pelatihan literasi TIK, antara lain pembuatan administrasi kearsipan digital untuk kantor desa serta pembuatan video-blogging (Vlog) dan pelatihan Bahasa Inggris secara online bagi siswa dan masyarakat desa.

BAKTI Kemkominfo juga mengapresiasi peran Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur yang berperan aktif dalam mengusulkan lembaga-lembaga dan desa akses internet dan BTS (Sinyal BAKTI) sebagai bentuk kepedulian atas hak akses atas informasi bagi seluruh penduduk NTT. Kerjasama erat dengan Pemprov dan Pemda selama ini telah membantu BAKTI dalam memastikan bahwa penyediaan akses internet dan BTS tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT